Kiai muda yang dikenal dengan julukan Kanjeng Toan itu menjelaskan bahwa Kemah HIMMAH telah menjadi agenda pembinaan tahunan yang terus dikembangkan sebagai media pembentukan karakter santri.
Menurutnya, pesantren tidak hanya berorientasi pada penguatan ilmu keagamaan, tetapi juga berupaya mencetak santri yang mandiri, memiliki kemampuan memimpin, mampu bekerja sama, serta siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.
“Kami ingin melahirkan santri yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, disiplin, kepedulian sosial, dan semangat mengabdi. Oleh karena itu, kami melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, agar para santri memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas dan aplikatif,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia berharap kolaborasi antara Yayasan Pondok Pesantren Al-Islamiyah dan Yonif TP 931/KJ Sumenep dapat terus terjalin sebagai bagian dari upaya bersama membentuk generasi penerus bangsa yang berintegritas, berakhlak mulia, memiliki rasa cinta Tanah Air, serta siap mengabdikan diri kepada masyarakat.
Kemah HIMMAH ke-51 diikuti ratusan santri dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Al-Islamiyah. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari kepramukaan, pelatihan kepemimpinan, pembinaan karakter, edukasi sosial, permainan edukatif, hingga kegiatan yang menumbuhkan semangat kebersamaan, kemandirian, dan kepedulian sosial.
Melalui penyelenggaraan Kemah HIMMAH ke-51, Yayasan Pondok Pesantren Al-Islamiyah kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan melalui kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk TNI.









