Skandal MBG Bau di Pasongsongan Viral di TikTok, Wali Murid Murka: “MBG Busuk, Jangan Diberikan ke Anak!”

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjamin kesehatan dan masa depan anak-anak justru berubah menjadi skandal memalukan. Sebuah video keluhan wali murid viral di TikTok, diunggah oleh salah satu akun, memperlihatkan menu MBG diduga berbau busuk dan tidak layak konsumsi di salah satu sekolah wilayah Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

Menu yang dipersoalkan disebut sebagai ayam bakar Thailand, direalisasikan oleh SPPG Lebeng Timur di bawah pengelolaan Yayasan Matlabul Ulum. Dalam video tersebut, wali murid yang mendampingi anaknya secara spontan meluapkan kemarahan setelah mencium bau menyengat dari lauk MBG yang disajikan kepada siswa.

Baca Juga :  Somasi Tak Digubris, Pemilik Akun TikTok @Juan Kurniawan Resmi Dilaporkan ke Polres Sumenep

Dengan bahasa Madura yang lugas dan emosional, wali murid itu menyatakan:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ella ariya bueng bai ariya beu juko’en. Ella bueng-bueng. MBG buccok, MBGna bau,” ucapnya. (Jangan ini, buang saja. Ini ikannya sudah bau. Buang-buang. MBG busuk, MBG bau, Red).

Pernyataan tersebut menjadi tamparan keras bagi penyelenggara MBG. Pasalnya, makanan yang diduga dalam kondisi busuk itu nyaris dikonsumsi anak-anak sekolah, kelompok paling rentan terhadap keracunan dan gangguan kesehatan.

Baca Juga :  Audiensi IWO dengan Satgas MBG Sumenep, Korwil dan Korcam Dorong Evaluasi Dapur SPPG Bermasalah

Video viral ini memicu kemarahan publik. Warganet mempertanyakan di mana pengawasan SPPG, bagaimana standar distribusi dan penyimpanan makanan, serta siapa yang harus bertanggung jawab jika makanan tidak layak konsumsi lolos hingga ke meja siswa.

Alih-alih menjadi solusi gizi, MBG di Pasongsongan justru dinilai berpotensi menjadi ancaman kesehatan jika dikelola secara ceroboh. Kejadian ini memperkuat dugaan bahwa pelaksanaan MBG tidak diawasi secara ketat, bahkan terkesan asal jalan.

Berita Terkait

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan
Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep
Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi
Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:02 WIB

Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB

Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Jumat, 24 April 2026 - 15:26 WIB

Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep

Berita Terbaru