SUMENEP, Jatimkita.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjamin kesehatan dan masa depan anak-anak justru berubah menjadi skandal memalukan. Sebuah video keluhan wali murid viral di TikTok, diunggah oleh salah satu akun, memperlihatkan menu MBG diduga berbau busuk dan tidak layak konsumsi di salah satu sekolah wilayah Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.
Menu yang dipersoalkan disebut sebagai ayam bakar Thailand, direalisasikan oleh SPPG Lebeng Timur di bawah pengelolaan Yayasan Matlabul Ulum. Dalam video tersebut, wali murid yang mendampingi anaknya secara spontan meluapkan kemarahan setelah mencium bau menyengat dari lauk MBG yang disajikan kepada siswa.
Dengan bahasa Madura yang lugas dan emosional, wali murid itu menyatakan:
“Ella ariya bueng bai ariya beu juko’en. Ella bueng-bueng. MBG buccok, MBGna bau,” ucapnya. (Jangan ini, buang saja. Ini ikannya sudah bau. Buang-buang. MBG busuk, MBG bau, Red).
Pernyataan tersebut menjadi tamparan keras bagi penyelenggara MBG. Pasalnya, makanan yang diduga dalam kondisi busuk itu nyaris dikonsumsi anak-anak sekolah, kelompok paling rentan terhadap keracunan dan gangguan kesehatan.
Video viral ini memicu kemarahan publik. Warganet mempertanyakan di mana pengawasan SPPG, bagaimana standar distribusi dan penyimpanan makanan, serta siapa yang harus bertanggung jawab jika makanan tidak layak konsumsi lolos hingga ke meja siswa.
Alih-alih menjadi solusi gizi, MBG di Pasongsongan justru dinilai berpotensi menjadi ancaman kesehatan jika dikelola secara ceroboh. Kejadian ini memperkuat dugaan bahwa pelaksanaan MBG tidak diawasi secara ketat, bahkan terkesan asal jalan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









