Berani Bicara, Tak Berani Bertanggung Jawab: Kepala SPPG Pakamban Laok 2 Dituding Tidak Punya Pendirian

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Sikap Kepala SPPG Pakamban Laok 2, Badri, menuai sorotan publik. Ia dinilai tidak konsisten dan tidak berkomitmen terhadap pernyataannya sendiri, setelah sejumlah pesan klarifikasi yang dikirimkan kepadanya justru dihapus tanpa jawaban substansial.

Dalam percakapan WhatsApp yang beredar, Badri sebelumnya disebut menjadikan sebuah pernyataan sebagai rujukan utama untuk membantah dugaan persoalan yang terjadi. Namun ketika pihak lain menindaklanjuti pernyataan tersebut dengan pertanyaan lanjutan mulai dari tanggung jawab terhadap siswa dan guru yang mengalami diare, kepastian kepemilikan sertifikat wajib SPPG, hingga hasil uji laboratorium limbah air cucian tidak ada jawaban resmi yang diberikan.

Baca Juga :  Diduga Menyalahi Aturan, Aktivis Desak BGN Tindak Tegas SPPG Saronggi Sesuai Aturan 

Alih-alih menjelaskan, beberapa pesan justru terpantau dihapus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tindakan ini memunculkan pertanyaan serius soal komitmen dan tanggung jawab seorang pelaku publik. Pasalnya, Badri tidak hanya dimintai klarifikasi secara personal, tetapi dalam konteks jabatan yang melekat padanya sebagai kepala satuan pelayanan gizi yang bersentuhan langsung dengan keselamatan banyak orang.

Baca Juga :  BGN Tegaskan Larangan Produk Pabrikan dalam Menu MBG, SPPG Rubaru Justru Sajikan Biskuit Kemasan

“Kalau sejak awal menjadikan pernyataan sebagai acuan, seharusnya berani juga mempertanggungjawabkannya. Bukan malah menghapus pesan,” ujar Syarif H salah satu pihak yang terlibat dalam percakapan tersebut, Minggu (1/2/2026).

Sikap menghapus pesan ini dinilai memperlemah posisi Badri sendiri. Pernyataan yang semula dijadikan tameng justru berbalik menjadi bumerang, dan membuatnya tampak tidak siap diuji secara terbuka. Publik pun menilai langkah tersebut sebagai bentuk penghindaran, bukan penyelesaian.

Berita Terkait

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan
Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep
Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi
Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB

Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Jumat, 24 April 2026 - 15:26 WIB

Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep

Berita Terbaru