SUMENEP, Jatimkita.id – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi, kembali menuai sorotan keras publik.
Di tengah rentetan keluhan serius terkait pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), pengelola SPPG justru dinilai lebih sibuk membangun citra di media sosial ketimbang menunjukkan tanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah siswa dan guru dilaporkan mengalami gangguan kesehatan berupa diare, yang diduga kuat dipicu konsumsi menu ayam bakar yang tidak matang dalam paket MBG.
Seorang guru berinisial MF mengaku kecewa terhadap sikap pengelola SPPG Pakamban Laok 2 yang terkesan lepas tangan dan menutup mata terhadap keluhan yang disampaikan.
“Kami ini bukan sekadar mengeluh. Ini soal kesehatan. Setelah makan MBG, beberapa anak dan guru mengalami mencret. Dugaan kami ayamnya tidak matang. Tapi sampai sekarang tidak ada penjelasan resmi, tidak ada permintaan maaf, apalagi tanggung jawab,” tegasnya, Minggu (1/2/2026).
MF menilai, sebagai penyedia makanan untuk siswa, SPPG seharusnya mengedepankan standar keamanan dan kualitas pangan, bukan justru memilih diam.
“Kalau ada masalah, seharusnya diklarifikasi secara terbuka. Bukan malah diam dan sibuk pamer kegiatan di media sosial seolah semuanya baik-baik saja,” tambahnya.
Kekecewaan serupa disampaikan wali murid berinisial MF. Ia menilai pengelola SPPG Pakamban Laok 2 bersikap anti-kritik dan tidak transparan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









