Klaim Sesuai SOP Dipertanyakan, Wali Murid Ungkap Menu MBG SPPG Saronggi Diduga Tak Layak dan Kerap Dibuang Siswa

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Pernyataan Kepala SPPG Saronggi, Rudi Santoso, yang menyebut bahwa pelaksanaan distribusi Menu Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) menuai sorotan tajam dari para wali murid. Di balik klaim tersebut, fakta di lapangan justru menunjukkan adanya ketidakpuasan serius dari penerima manfaat, khususnya siswa sekolah dasar hingga madrasah tsanawiyah.

Sejumlah wali murid dari berbagai sekolah di wilayah Saronggi bagian timur mengungkapkan bahwa menu MBG kerap tidak disukai siswa dan berakhir dibuang, baik di sekolah maupun dibawa pulang tanpa dikonsumsi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: di mana letak keberhasilan SOP jika makanan yang disediakan justru tidak dimakan?.

Baca Juga :  Pengedar Sabu Beserta Puluhan Poket Berhasil Diamankan Satresnarkoba Polres Sumenep

“Anak-anak tidak mau makan, katanya tidak enak. Nasi dan lauk sering tersisa lalu dibuang,” ungkap wali murid berinisial AL saat diwawancarai, Senin (26/1/2026).

Menu yang dipersoalkan diduga merupakan menu porsi kecil yang diberikan kepada siswa kelas 1 SD hingga kelas 3 MTS, dengan variasi yang dinilai minim serta kurang memperhatikan selera dan kebutuhan gizi anak.

Baca Juga :  ‎Kepala SDN Juluk II Klarifikasi Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi Menu MBG

Bahkan, pada hari tertentu, menu yang disediakan hanya berupa buah, roti, dan susu, yang menurut wali murid tidak mengenyangkan dan tidak sebanding dengan aktivitas belajar siswa.

Ironisnya, beberapa wali murid menyebut bahwa anak-anak justru lebih memilih bekal dari rumah karena makanan sekolah dianggap tidak layak konsumsi. Fakta ini berbanding terbalik dengan klaim SPPG Saronggi yang menyatakan pelaksanaan MBG telah sesuai prosedur.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru