Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Proyek-proyek infrastruktur tanpa identitas alias proyek siluman kembali bermunculan di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Setelah akhir 2025 lalu warga dihadapkan pada pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang tak jelas asal-usulnya, kini pada Januari 2026 muncul proyek perbaikan dan pengaspalan jalan di kawasan sepadan sungai.

Sebagaimana proyek sebelumnya, pembangunan jalan tersebut dilakukan tanpa papan informasi. Tidak diketahui siapa pelaksana atau pemborongnya, apakah proyek tersebut bersifat swadaya atau kontraktual, dari mana sumber dananya, serta berapa besaran pagu anggaran yang digunakan. Seluruh informasi penting yang seharusnya terbuka bagi publik justru gelap total.

Baca Juga :  Penerima Bantuan Modal Usaha Kecil Apresiasi Pemprov Jatim Hingga Ungkap Dugaan Permintaan Komisi

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Menjamurnya proyek infrastruktur tanpa transparansi tersebut dinilai berpotensi melanggar prinsip akuntabilitas dan membuka ruang penyalahgunaan anggaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan keras datang dari Ketua PMII Cabang Sumenep, Khoirus Soleh. Ia menegaskan bahwa Desa Meddelan bukan milik pribadi kepala desa, melainkan milik seluruh masyarakat. Karena itu, setiap pembangunan infrastruktur seperti jalan, TPT, dan proyek lainnya wajib dilaksanakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Baca Juga :  Menu MBG Batuputih Diklarifikasi, Pihak SPPG Pastikan Evaluasi Bersama Yayasan 

“Apalagi jika pembangunan itu menggunakan uang rakyat, baik dari APBD maupun APBN. Maka rakyat berhak tahu, mulai dari jumlah anggaran hingga kualitas pekerjaannya,” tegas Khoirus.

Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan kunci agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mengawasi jalannya pembangunan. Dengan pengawasan publik, kualitas proyek bisa lebih terjamin dan potensi kecurangan maupun praktik korupsi dapat ditekan.

Berita Terkait

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan
Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep
Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi
Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB

Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Jumat, 24 April 2026 - 15:26 WIB

Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep

Berita Terbaru