SUMENEP, Jatimkita.id – Respons Kepala SPPG Legung Barat Yayasan At-ta’awun atas keluhan guru yang disampaikan secara resmi menuai sorotan. Alih-alih memberikan penjelasan substantif, pihak yang dimintai tanggapan justru menjawab singkat tanpa menyentuh inti persoalan.
Dalam percakapan pesan singkat yang diterima redaksi, Kepala SPPG Legung Barat, Adam Ramadhan Rifa’i diminta secara langsung untuk memberikan tanggapan atas keluhan guru. Permintaan tersebut disampaikan secara jelas dan sopan, dengan harapan adanya klarifikasi atau penjelasan resmi dari pimpinan satuan pendidikan tersebut.
Namun, jawaban yang diberikan terbilang minimalis. Kepala SPPG Legung Barat hanya membalas, “sampun pak”, jawabnya saat dihubungi awak media, Rabu (21/1/2026).
Jawaban singkat itu memunculkan pertanyaan serius di kalangan guru dan publik pendidikan. Tidak adanya penjelasan lebih lanjut dinilai sebagai sikap menghindar dari tanggung jawab moral dan administratif, terlebih keluhan guru menyangkut persoalan internal yang berdampak langsung pada proses pendidikan.
Sikap diam dan jawaban normatif dari pimpinan lembaga pendidikan dinilai berpotensi memperkeruh situasi. Publik menilai, seorang kepala satuan pendidikan seharusnya tampil di garda depan untuk menjelaskan duduk perkara, bukan sekadar memberi jawaban singkat yang membuka ruang tafsir.









