Menu MBG SPPG Legung Barat Diprotes Guru, Banyak Siswa Enggan Menghabiskan Makanan

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 15:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola SPPG Legung Barat di bawah Yayasan Pondok Pesantren At-Ta’awun menuai sorotan keras dari kalangan guru di Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep. Kualitas menu yang disajikan kepada siswa dinilai tidak layak, monoton, dan diduga tidak memenuhi standar gizi serta tata kelola sebagaimana diatur dalam regulasi pemerintah pusat.

Sejumlah guru mengungkapkan bahwa makanan MBG kerap diterima siswa dalam kondisi dingin, cita rasa kurang baik, bahkan pada beberapa kesempatan ditemukan lauk yang dianggap tidak segar. Kondisi tersebut membuat banyak siswa enggan mengonsumsi makanan hingga tidak menghabiskannya.

Baca Juga :  Diduga Sajikan Ayam Setengah Matang, Program MBG di Pragaan Bikin Siswa Diare

“Banyak anak tidak menghabiskan makanannya. Ada yang hanya dimakan sedikit, sisanya dibuang,” ujar salah satu guru di Batang-Batang, Rabu (14/1/2026).

Para guru menilai kondisi ini bertolak belakang dengan tujuan utama Program MBG yang digadang-gadang untuk meningkatkan asupan gizi dan kesehatan peserta didik. Lemahnya pengawasan terhadap dapur penyedia serta proses distribusi makanan dinilai menjadi penyebab utama merosotnya kualitas menu yang diterima siswa.

Baca Juga :  Dari Terdakwa Tipikor ke Kursi Kepala Diskominfo: Nama Indra Wahyudi Kembali Jadi Sorotan

Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, menu MBG yang dibagikan oleh SPPG Legung Barat terdiri atas nasi putih, empat butir pentol, satu potong tempe goreng, tiga butir buah kelengkeng, serta porsi sayur campur. Komposisi tersebut dinilai minim variasi sumber protein hewani dan dipertanyakan kecukupan gizinya untuk menunjang kebutuhan energi serta protein anak usia sekolah.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru