Dugaan Pemotongan PKH di Pakondang Mengendap, Warga Pertanyakan Keseriusan Kejari Sumenep

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Harapan warga miskin Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, untuk memperoleh bantuan sosial secara utuh justru diduga terpangkas di tangan oknum. Dugaan pemotongan dan penggelapan dana Program Keluarga Harapan (PKH) kembali menyeruak, meninggalkan tanda tanya besar atas komitmen penegakan hukum di daerah.

Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) disebut menjadi korban praktik yang disinyalir telah berlangsung bertahun-tahun. Nilai kerugian yang dialami warga ditaksir mencapai jutaan rupiah. Ironisnya, meski laporan resmi telah disampaikan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, penanganan perkara ini dinilai belum menunjukkan arah yang jelas.

Baca Juga :  Kehadiran Perusahaan Rokok Lokal Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Petani Tembakau di Sumenep

Tokoh pemuda Desa Pakondang, Imam Mustain R, menjadi salah satu warga yang melaporkan dugaan tersebut. Namun, berbulan-bulan setelah laporan masuk, ia mengaku belum melihat adanya langkah tegas dari aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami datang membawa data, keterangan, bahkan kesaksian korban. Tapi sampai hari ini, tidak ada kejelasan sejauh mana proses hukum berjalan,” ujar Imam, Senin (12/1/2026).

Baca Juga :  Umbul-Umbul Nasdem Membahayakan Pengendara: Panitia Dinilai Abai dan Ceroboh

Ia menyebut, pemotongan dana PKH dilakukan dengan alasan-alasan yang tidak pernah memiliki dasar hukum. Akibatnya, bantuan yang sejatinya menjadi penopang hidup masyarakat miskin justru tidak diterima secara utuh, bahkan diduga ada yang raib sebelum sampai ke tangan penerima.

Bagi Imam, persoalan ini bukan sekadar soal angka. PKH adalah simbol kehadiran negara di tengah warga rentan. Ketika bantuan itu dipotong atau digelapkan, yang hilang bukan hanya uang, tetapi juga rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Berita Terkait

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:01 WIB

SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Berita Terbaru

Opini

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 19:57 WIB