Barcode BBM Disulap Jadi Senjata Mafia: Jatah Petani dan Nelayan Sumenep Dirampok Terang-terangan

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Dugaan praktik mafia BBM subsidi di Kabupaten Sumenep kian terang-benderang. Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI), Wawan, membeberkan temuan lapangan yang mengarah pada penyalahgunaan masif barcode BBM subsidi milik nelayan dan kelompok tani.

Modusnya rapi, namun keji. Mafia BBM diduga menggunakan dua jenis barcode sekaligus: barcode nelayan dan barcode kelompok tani. Barcode sah itu dipakai untuk menguras solar subsidi, sementara pemilik aslinya justru tidak pernah merasa membeli.

Baca Juga :  Wali Murid Diminta Diam Oleh SPPG Pakamban Laok, Sejumlah Siswa di Pragaan Sumenep Alami Diare

“Ini kejahatan terstruktur. Dua rekomendasi dipakai sekaligus. Entah dari mana mereka dapat barcode tersebut. Yang pasti, petani dan nelayan jadi korban langsung,” tegas Wawan kepada awak media, Kamis (8/1/2026).

Kecurigaan itu menguat setelah salah satu ketua kelompok tani mengeluhkan jatah solar kelompoknya mendadak habis. Ironisnya, seluruh anggota kelompok mengaku tidak pernah melakukan pembelian solar.

“Ada solar yang diambil atas nama kelompok tani untuk kebutuhan alsintan, tapi kelompoknya tidak tahu-menahu. Ini jelas perampokan hak petani dengan dokumen resmi,” ungkap Wawan.

Baca Juga :  Perbup Busana Keraton Sumenep Dipertanyakan, HMI Soroti Potensi Dominasi UMKM Luar Daerah

Hasil investigasi DPD TMI menemukan pola klasik mafia BBM subsidi. Solar ditebus dari berbagai SPBU menggunakan barcode legal, lalu ditimbun di gudang-gudang penampungan. Setelah itu, BBM dijual kembali sebagai BBM industri dengan harga jauh lebih mahal.

Dampaknya brutal. Petani kesulitan mengoperasikan alat mesin pertanian (alsintan), nelayan tak bisa melaut, dan lahan pertanian terbengkalai. Semua ini terjadi di tengah gembar-gembor pemerintah soal swasembada pangan.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru