Warga Resmi Seret Kasus Pemotongan Bantuan PKH di Pakondang ke Meja Kejari Sumenep

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jatimkita.id – Dugaan praktik pemotongan Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, akhirnya diseret ke ranah hukum. Sejumlah warga yang merasa dirugikan resmi melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep pada Senin (24/11/2025).

Laporan ini diajukan langsung oleh tokoh pemuda setempat, Imam Mustain, bersama beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mengaku menjadi korban pemotongan dana. Mereka menuding praktik tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun dan merugikan masyarakat miskin secara sistematis.

Baca Juga :  52 SPPG di Sumenep Langgar Kepmen 2760, Tak Satupun Miliki Uji Lab Air Limbah

“Ini kejahatan terhadap rakyat miskin. Tidak bisa dibiarkan,” kata Imam Mustain saat diwawancarai, Senin (23/11/2025).

Usai menyerahkan berkas laporan, Imam menegaskan bahwa kedatangan mereka ke Kejari adalah bentuk perlawanan terhadap praktik yang dianggap sudah melampaui batas.

“Pemotongan dana PKH ini kejahatan terhadap rakyat miskin. Ini hak mereka. Tidak boleh dipotong, tidak boleh dialihkan, dan tidak boleh dikendalikan oleh siapa pun,” tegas Imam.

Baca Juga :  Gizi Anak Dipertaruhkan, Wali Murid Minta Sekolah Harus Berani Tolak MBG Jika Tidak Sesuai Standar Meski Ada Tekanan SPPG

Ia menuntut Kejari Sumenep bergerak cepat, bekerja transparan, dan menindak siapa pun yang terbukti terlibat.

“Kami minta Kejari memproses ini tanpa kompromi. Bila ada oknum yang bermain, harus ada tindakan tegas. Masyarakat sudah terlalu lama dirugikan,” ujarnya.

Imam yang akrab disapa Imam Kachonk juga mengungkapkan bahwa banyak warga lain masih takut bersuara karena diduga ada tekanan dari pihak tertentu.

 

Korban Siap Beri Kesaksian

Berita Terkait

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan
Pengakuan Plin-plan Kepala SPPG Jambu Soal Sertifikat, Dapur MBG Terancam Langgar Aturan
Dana BUMDes Diduga Dibancak, Kades Meddelan Bungkam dan Blokir Wartawan
Ngaku Sesuai SOP ke Media, Kepala SPPG Legung Barat Akui Sertifikat Belum Lengkap
SPPG Saronggi Dinilai Abaikan Standar, Menu Bermasalah Dipertanyakan: Klaim SOP Berbanding Terbalik dengan Fakta Lapangan
SPPG Rubaru Sertifikasi Bermasalah, Holik Klaim Hanya Fasilitator dan Tak Tahu Apa-apa
Diduga Sajikan Ayam Setengah Matang, Program MBG di Pragaan Bikin Siswa Diare
Menu Bermasalah Terungkap, Kepala SPPG Jambu Tak Mampu Paparkan Sertifikasi Dapur

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:43 WIB

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:35 WIB

Pengakuan Plin-plan Kepala SPPG Jambu Soal Sertifikat, Dapur MBG Terancam Langgar Aturan

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:04 WIB

Dana BUMDes Diduga Dibancak, Kades Meddelan Bungkam dan Blokir Wartawan

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:18 WIB

Ngaku Sesuai SOP ke Media, Kepala SPPG Legung Barat Akui Sertifikat Belum Lengkap

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:30 WIB

SPPG Saronggi Dinilai Abaikan Standar, Menu Bermasalah Dipertanyakan: Klaim SOP Berbanding Terbalik dengan Fakta Lapangan

Berita Terbaru

Hukum

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Jan 2026 - 14:43 WIB