Industri Rokok Lokal di Madura Dorong Ekonomi Petani dan Serap Tenaga Kerja

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 20:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatim Kita – Keberadaan industri rokok lokal di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain mampu menjaga stabilitas harga tembakau, industri ini juga dinilai berhasil meningkatkan serapan hasil panen petani serta membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

‎Dalam tiga tahun terakhir, kondisi tersebut mulai dirasakan secara nyata oleh petani tembakau di berbagai wilayah. Pada musim panen 2024 lalu, harga tembakau di salah satu gudang lokal di Sumenep berkisar antara Rp55 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram, tergantung kualitas tembakau.

Baca Juga :  Musim Panen Tiba, Sulaisi Serukan Perusahaan Besar Buka Pasar Tembakau Madura

‎Tak hanya harga yang relatif stabil, daya serap hasil panen juga meningkat signifikan. Salah satu gudang rokok lokal di Sumenep tercatat menyerap sekitar 930 ton tembakau atau setara lebih dari 19.400 bal selama musim panen tahun lalu.‎

‎Imam (48), petani tembakau asal Kecamatan Guluk-Guluk, mengatakan bahwa kondisi tersebut sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, harga tembakau dulu sering mengalami penurunan drastis hingga berada di bawah Rp30 ribu per kilogram.

‎“Kondisi itu tentu sangat merugikan petani. Sekarang, sejak banyak pabrik rokok lokal berdiri, harga lebih stabil dan serapan tembakau juga lebih tinggi,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Baca Juga :  Tembakau Petani Madura Mulai Diburu, Aba H. Mu’min Targetkan Serapan 1.000 Ton

‎Ia menilai keberadaan pabrik rokok lokal di Sumenep dan wilayah Madura memberikan rasa aman bagi petani untuk kembali menanam tembakau karena hasil panen mereka memiliki kepastian pasar.

‎Hal senada disampaikan Hazbul (38), petani asal Kecamatan Lenteng. Ia mengaku kini lebih tenang dalam mengelola lahan tembakaunya karena hampir seluruh hasil panen petani dapat terserap oleh industri lokal.

Penulis : Day

Editor : Mufti che

Berita Terkait

Masyarakat Antre Panjang, Pengencer Diduga Dipermudah! Pertamina Diminta Bongkar Dugaan Permainan Pertalite di SPBU 54.694.03
Den Haag Hadir, Perkenalkan Cita Rasa Rokok Lokal Berkualitas
Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Musim Panen Tiba, Sulaisi Serukan Perusahaan Besar Buka Pasar Tembakau Madura
Musim Panen Dimulai, Haswal Group Serap Tembakau Petani Sumenep
Tembakau Petani Madura Mulai Diburu, Aba H. Mu’min Targetkan Serapan 1.000 Ton
Jelang Panen Tembakau 2026, Pemkab Sumenep Naikkan Titik Impas Harga demi Lindungi Petani
Pemkab Sumenep Salurkan BLT DBHCHT 2026 kepada 2.600 Buruh Tembakau dan Pekerja Pabrik Rokok

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:08 WIB

Masyarakat Antre Panjang, Pengencer Diduga Dipermudah! Pertamina Diminta Bongkar Dugaan Permainan Pertalite di SPBU 54.694.03

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Den Haag Hadir, Perkenalkan Cita Rasa Rokok Lokal Berkualitas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:53 WIB

Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:59 WIB

Musim Panen Tiba, Sulaisi Serukan Perusahaan Besar Buka Pasar Tembakau Madura

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Musim Panen Dimulai, Haswal Group Serap Tembakau Petani Sumenep

Berita Terbaru