“Dalam beberapa tahun terakhir, hampir bisa dipastikan tembakau petani terjual semua. Ini sangat membantu kami,” katanya.
Selain berdampak pada sektor pertanian, industri rokok lokal juga memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Banyak warga yang kini bekerja di sektor linting rokok, pengemasan, hingga distribusi.
Rina (35), warga Kecamatan Lenteng yang bekerja sebagai buruh linting rokok, mengaku kehadiran industri tersebut membantu meningkatkan perekonomian keluarganya.
“Dulu saya hanya ibu rumah tangga tanpa penghasilan. Sekarang saya bisa bekerja dan membantu kebutuhan keluarga,” tuturnya.
Keberadaan industri rokok lokal pun dinilai tidak hanya menjadi penopang ekonomi petani tembakau, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat di Kabupaten Sumenep dan Madura secara umum.
Penulis : Day
Editor : Mufti che
Halaman : 1 2









