Rugi Puluhan Juta, Pemilik Toko Alam Subur Tuntut Pertanggungjawaban Usai Bangunan Kebanjiran Akibat Proyek Kios Pasar Anom

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jatimkita.id – Sebuah insiden merugikan menimpa salah satu pemilik toko di kawasan Pasar Anom, Sumenep, setelah pembangunan kios baru yang dikerjakan pihak pasar diduga menimbulkan banjir besar hingga menyebabkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Winda K Lestari pemilik Toko Alam Subur menuturkan, peristiwa tersebut bermula ketika area samping toko milik korban sebelumnya masih berupa tanah kosong. Pemilik toko telah memasang galvalum sebagai penutup samping bangunan, sedikit melewati batas tanah miliknya sendiri tanpa mengganggu pihak lain.

Namun, saat pihak Pasar Anom mulai membangun deretan kios baru yang ditempelkan langsung ke bangunan toko tersebut. Bahkan dengan posisi lebih tinggi. Tukang proyek diduga memotong galvalum milik pemilik toko tanpa izin. Selain itu, pekerja memasang talangan air secara asal-asalan dengan alasan “sudah mendapat izin dari Kepala Pasar”.

Baca Juga :  SMSI Sumenep Matangkan Strategi Hadapi Disrupsi Media Digital

Akibat pemasangan talangan yang tidak sesuai standar dan tidak mempertimbangkan elevasi bangunan, toko dan gudang korban dilanda banjir pada pagi hari, menyebabkan kerusakan dan gangguan aktivitas usaha.

“Tidak dapat melayani pelanggan dari pagi hingga siang karena harus menguras air dan menahan banjir. Dua nota pembelian senilai hampir Rp70 juta dibatalkan pelanggan, lantaran barang tidak dapat dikirim tepat waktu. Barang-barang dagangan di gudang rusak dengan nilai kerugian disebut mencapai puluhan juta rupiah,” kata Winda K Lestari diwawancarai dimintai keterangan, Kamis (20/11/2025).

Baca Juga :  Listrik Padam Sejak Magrib, Warga Beringin Timur Kecewa Lambannya Respons PT. PLN (Persero) ULP Ambunten

Ia melalui suaminya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Pasar Anom. Namun Kepala Pasar disebut menyatakan bahwa masalah tersebut merupakan tanggung jawab kontraktor, bukan pihak pasar. Meski dijanjikan akan meninjau lokasi, Kepala Pasar tidak kunjung datang.

Berita Terkait

Listrik Padam Sejak Magrib, Warga Beringin Timur Kecewa Lambannya Respons PT. PLN (Persero) ULP Ambunten
Viral di TikTok, Pembatas Jalan di Sumenep Pilih Hanyut: Warga Bertanya, Dishub ke Mana?
SMSI Sumenep Matangkan Strategi Hadapi Disrupsi Media Digital
PT BSI Perkuat Komitmen Lingkungan Melalui Reklamasi Progresif Tambang Emas Banyuwangi Berkelanjutan
Raker IWO Sumenep Jadi Ruang Lahirnya Gagasan Segar untuk 2026
Dorong Sumenep Perkuat Ruang Hijau, Medco Energi dan Pemerintah Daerah Tanam 1.300 Pohon di TPA Batuan
Seminar Jurnalistik Kupas Ancaman terhadap Jurnalis di Era Digital
IWO Sumenep dan Universitas PGRI Sumenep Resmi Berkolaborasi: Dorong Kampus Melek Media dan Mahasiswa Terampil Jurnalistik

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:49 WIB

Listrik Padam Sejak Magrib, Warga Beringin Timur Kecewa Lambannya Respons PT. PLN (Persero) ULP Ambunten

Minggu, 21 Desember 2025 - 17:28 WIB

Viral di TikTok, Pembatas Jalan di Sumenep Pilih Hanyut: Warga Bertanya, Dishub ke Mana?

Senin, 15 Desember 2025 - 20:39 WIB

SMSI Sumenep Matangkan Strategi Hadapi Disrupsi Media Digital

Senin, 15 Desember 2025 - 13:36 WIB

PT BSI Perkuat Komitmen Lingkungan Melalui Reklamasi Progresif Tambang Emas Banyuwangi Berkelanjutan

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:10 WIB

Raker IWO Sumenep Jadi Ruang Lahirnya Gagasan Segar untuk 2026

Berita Terbaru

Hukum

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Jan 2026 - 14:43 WIB