Sumenep, Jatimkita.id – Sebuah insiden merugikan menimpa salah satu pemilik toko di kawasan Pasar Anom, Sumenep, setelah pembangunan kios baru yang dikerjakan pihak pasar diduga menimbulkan banjir besar hingga menyebabkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Winda K Lestari pemilik Toko Alam Subur menuturkan, peristiwa tersebut bermula ketika area samping toko milik korban sebelumnya masih berupa tanah kosong. Pemilik toko telah memasang galvalum sebagai penutup samping bangunan, sedikit melewati batas tanah miliknya sendiri tanpa mengganggu pihak lain.
Namun, saat pihak Pasar Anom mulai membangun deretan kios baru yang ditempelkan langsung ke bangunan toko tersebut. Bahkan dengan posisi lebih tinggi. Tukang proyek diduga memotong galvalum milik pemilik toko tanpa izin. Selain itu, pekerja memasang talangan air secara asal-asalan dengan alasan “sudah mendapat izin dari Kepala Pasar”.
Akibat pemasangan talangan yang tidak sesuai standar dan tidak mempertimbangkan elevasi bangunan, toko dan gudang korban dilanda banjir pada pagi hari, menyebabkan kerusakan dan gangguan aktivitas usaha.
“Tidak dapat melayani pelanggan dari pagi hingga siang karena harus menguras air dan menahan banjir. Dua nota pembelian senilai hampir Rp70 juta dibatalkan pelanggan, lantaran barang tidak dapat dikirim tepat waktu. Barang-barang dagangan di gudang rusak dengan nilai kerugian disebut mencapai puluhan juta rupiah,” kata Winda K Lestari diwawancarai dimintai keterangan, Kamis (20/11/2025).
Ia melalui suaminya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Pasar Anom. Namun Kepala Pasar disebut menyatakan bahwa masalah tersebut merupakan tanggung jawab kontraktor, bukan pihak pasar. Meski dijanjikan akan meninjau lokasi, Kepala Pasar tidak kunjung datang.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









