Berbeda dengan Ahli Gizi yang berorientasi pada Kesehatan Masyarakat yang disebut Nutritionis, Ahli Gizi dengan sebutan Dietisien memiliki bidang spesialis dalam terapi diet untuk pasien di rumah sakit. Ahli gizi memiliki kapasitas dalam urusan makanan dan Kesehatan baik untuk komunitas maupun perorangan/pasien dengan penyakit tertentu (jantung, ginjal, diabetes, dll).
Quovadis Ahli Gizi Fenomena penyelenggaraan MBG dan terjadinya keracunan pada siswa menjadi sebuah tantangan bagi Ahli Gizi. Kemanakah Ahli Gizi selama ini sehingga masalah makanan bergizi anak sekolah menjadi petaka? Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) merupakan organisasi profesi yang berkedudukan di Jakarta. Jumlah anggotanya per Oktober 2025 sebanyak 53.640 orang, tersebar di seluruh Indonesia. Mereka adalah sarjana dengan latar belakang Pendidikan gizi (jenjang D3 hingga S3) yang dihasilkan dari 34 Politeknik Kesehatan dan lebih dari 100 perguruan tinggi negeri dan swasta.
Keberhasilan penanganan masalah gizi di Indonesia tidak terlepas dari peran Persagi pada era yang lalu. Banyak keberhasilan Pembangunan gizi di Indonesia yang dihasilkan, dari tokoh-tokoh pendahulunya seperti Poerwo Soedarmo, Darwin Karyadi, Muhilal, termasuk senior Prof Soekirman yang masih berkarya dalam usianya yang yang sudah sepuh. Seiring diberlakukannya Undang Undang cipta kerja, nama organisasi profesi termasuk Persagi nyaris tidak terdengar.
Penanggulangan masalah Gizi yang tersebut dalam RPJMN 2025-2029 dalam penurunan stunting dan penguatan SDM membutuhkan keterlibatan para Ahli Gizi. Ironisnya, dalam organisasi Badan Gizi Nasional, tidak tersebut dibutuhkannya peran Ahli Gizi untuk mengoptimalkan status gizi anak sekolah dan menciptakan SDM yang mampu bersaing. Saat ini Persagi semakin memantapkan kapasitas anggotanya untuk terus mengupdate ilmunya. Berbagai training Gizi, Makanan Kesehatan yang dilakukan secara nasional; Webinar Kupas Tuntas Penyelenggaraan Makanan Institusi dilaksanakan secara berkala per regional. Para penyelenggara MBG seharusnya tidak sampai mengalami masalah yang serius bagi siswa penerima manfaat dan bisa secara aktif mengikuti kegiatan Persagi. Mari saling bergandeng tangan. Kita perbaiki masalah dan laksanakan niat baik pemerintah untuk menjadi negara yang kuat, Indonesia Emas 2025.
Penulis : Ni Ketut Aryastami
Editor : Mufti Che
Sumber Berita: SINDOnews









