Quovadis Ahli Gizi dalam MBG

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 8 November 2025 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ni Ketut Aryastami Peneliti Ahli Utama, Deputi Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN

Ni Ketut Aryastami Peneliti Ahli Utama, Deputi Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN

Berbeda dengan Ahli Gizi yang berorientasi pada Kesehatan Masyarakat yang disebut Nutritionis, Ahli Gizi dengan sebutan Dietisien memiliki bidang spesialis dalam terapi diet untuk pasien di rumah sakit. Ahli gizi memiliki kapasitas dalam urusan makanan dan Kesehatan baik untuk komunitas maupun perorangan/pasien dengan penyakit tertentu (jantung, ginjal, diabetes, dll).

Quovadis Ahli Gizi Fenomena penyelenggaraan MBG dan terjadinya keracunan pada siswa menjadi sebuah tantangan bagi Ahli Gizi. Kemanakah Ahli Gizi selama ini sehingga masalah makanan bergizi anak sekolah menjadi petaka? Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) merupakan organisasi profesi yang berkedudukan di Jakarta. Jumlah anggotanya per Oktober 2025 sebanyak 53.640 orang, tersebar di seluruh Indonesia. Mereka adalah sarjana dengan latar belakang Pendidikan gizi (jenjang D3 hingga S3) yang dihasilkan dari 34 Politeknik Kesehatan dan lebih dari 100 perguruan tinggi negeri dan swasta.

Baca Juga :  Diduga Lepas Tangan, Kepala SPPG Rubaru Serahkan Urusan Sertifikasi Sepenuhnya ke Mitra

Keberhasilan penanganan masalah gizi di Indonesia tidak terlepas dari peran Persagi pada era yang lalu. Banyak keberhasilan Pembangunan gizi di Indonesia yang dihasilkan, dari tokoh-tokoh pendahulunya seperti Poerwo Soedarmo, Darwin Karyadi, Muhilal, termasuk senior Prof Soekirman yang masih berkarya dalam usianya yang yang sudah sepuh. Seiring diberlakukannya Undang Undang cipta kerja, nama organisasi profesi termasuk Persagi nyaris tidak terdengar.

Penanggulangan masalah Gizi yang tersebut dalam RPJMN 2025-2029 dalam penurunan stunting dan penguatan SDM membutuhkan keterlibatan para Ahli Gizi. Ironisnya, dalam organisasi Badan Gizi Nasional, tidak tersebut dibutuhkannya peran Ahli Gizi untuk mengoptimalkan status gizi anak sekolah dan menciptakan SDM yang mampu bersaing. Saat ini Persagi semakin memantapkan kapasitas anggotanya untuk terus mengupdate ilmunya. Berbagai training Gizi, Makanan Kesehatan yang dilakukan secara nasional; Webinar Kupas Tuntas Penyelenggaraan Makanan Institusi dilaksanakan secara berkala per regional. Para penyelenggara MBG seharusnya tidak sampai mengalami masalah yang serius bagi siswa penerima manfaat dan bisa secara aktif mengikuti kegiatan Persagi. Mari saling bergandeng tangan. Kita perbaiki masalah dan laksanakan niat baik pemerintah untuk menjadi negara yang kuat, Indonesia Emas 2025.

Baca Juga :  Ketika MK Mengingatkan Republik: Polisi, Kekuasaan Sipil, dan Batas-Batas Konstitusi yang Dilanggar

Penulis : Ni Ketut Aryastami

Editor : Mufti Che

Sumber Berita: SINDOnews

Berita Terkait

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep
SPPG Bermasalah, Kritik Dibungkam: SPPI Sumenep Dinilai Tak Serius Tangani MBG
Program Mulia Prabowo dan Etika yang Terluka di Panggung Kekuasaan SPPG Guluk-guluk
Ketika MK Mengingatkan Republik: Polisi, Kekuasaan Sipil, dan Batas-Batas Konstitusi yang Dilanggar
BOBIBOS Guncang Dunia BBM !

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:57 WIB

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:04 WIB

SPPG Bermasalah, Kritik Dibungkam: SPPI Sumenep Dinilai Tak Serius Tangani MBG

Minggu, 7 Desember 2025 - 22:11 WIB

Program Mulia Prabowo dan Etika yang Terluka di Panggung Kekuasaan SPPG Guluk-guluk

Minggu, 16 November 2025 - 19:21 WIB

Ketika MK Mengingatkan Republik: Polisi, Kekuasaan Sipil, dan Batas-Batas Konstitusi yang Dilanggar

Minggu, 16 November 2025 - 19:10 WIB

BOBIBOS Guncang Dunia BBM !

Berita Terbaru

Hukum

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Jan 2026 - 14:43 WIB