Normalisasi pengabaian aturan sering dimulai dari hal kecil.
Hari ini sertifikat dianggap “masih proses”, besok standar bisa dilonggarkan, lusa keselamatan dikorbankan.
Kualitas MBG: Tantangan Serius, Bukan Formalitas
Dalam catatan Benny Eko Supriyanto (Kementerian Keuangan RI), tantangan terbesar MBG justru terletak pada standar kelayakan pangan—bagaimana makanan tetap aman dan tidak mudah basi di daerah dengan iklim panas atau fasilitas penyimpanan terbatas.
Daya tahan makanan harus dijaga melalui:
- pengolahan higienis,
- rantai dingin (cold chain) untuk bahan tertentu, distribusi cepat.
Pengawasan pun harus ketat dari dapur penyedia hingga meja makan siswa. Keterlibatan masyarakat, sekolah, dan lembaga independen mutlak diperlukan untuk mencegah penyimpangan.
Transparansi anggaran juga menjadi kunci. APBN MBG harus dibuka seluas-luasnya agar celah penyimpangan sekecil apa pun dapat dicegah
Dapur MBG: Simpul Kecil yang Menentukan Masa Depan Besar
Di tangan pelaksana yang tepat, dapur MBG adalah simpul strategis pembangunan manusia. Namun jika simpul ini rapuh oleh ego dan arogansi, cita-cita Prabowo tentang generasi emas bisa runtuh bukan karena minim dana, tapi karena miskin etika.
Publik berhak cemas.
Yang dipertaruhkan bukan reputasi satu kepala dapur, tetapi kesehatan anak-anak, keselamatan masyarakat, dan marwah program negara.
Negara harus hadir. Evaluasi bukan untuk mematikan program, tetapi menyelamatkannya dari pembusukan dini.
Akhirnya, Tentang Harapan
APBN bukan sekadar tabel angka. Ia adalah denyut nadi pembangunan yang menyuplai gizi bagi masa depan bangsa.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya









