“Kami ingin masyarakat menyadari bahwa pelanggaran kecil sekalipun bisa berakibat fatal. Karena itu, edukasi dan penindakan akan kami jalankan secara seimbang,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Ninit Titis Dewiyani, S.E., menyampaikan bahwa sejumlah titik rawan kecelakaan telah dipetakan dan akan menjadi prioritas patroli.
“Kami sudah memetakan lokasi-lokasi dengan tingkat pelanggaran dan kecelakaan yang tinggi. Patroli akan ditingkatkan pada jam-jam tertentu untuk meminimalisir risiko,” ungkapnya.
Kasat Lantas juga mengingatkan bahwa pelanggaran yang menjadi sasaran utama bukan hanya helm atau sabuk keselamatan, tetapi juga perilaku berkendara yang membahayakan, seperti melawan arus, berboncengan lebih dari satu orang, hingga berkendara di bawah pengaruh alkohol.
“Keselamatan adalah kebutuhan, bukan pilihan. Kami mengajak seluruh masyarakat Sumenep untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” tutupnya.
Melalui Operasi Zebra Semeru 2025, Polres Sumenep berharap tercipta budaya tertib dan sadar keselamatan yang berkelanjutan, bukan sekadar saat operasi berlangsung.
Halaman : 1 2









