Pertanyaan publik pun menguat: ke mana aliran sisa dana ratusan juta rupiah tersebut?
Kejanggalan semakin mencuat saat awak media melakukan pengecekan langsung ke lokasi kandang ternak di Desa Meddelan. Di lokasi hanya ditemukan 15 ekor kambing hasil pengadaan BUMDes yang bersumber dari Dana Desa tersebut.
Ketua BUMDes Meddelan, Asmuni, saat dikonfirmasi langsung di lokasi kandang ternak, mengakui bahwa pembelian kambing memang hanya sebanyak 16 ekor. Namun, ia mengaku tidak mengetahui besaran total anggaran pengadaan ternak kambing yang dipimpinnya.
Ia bahkan menyebut tidak pernah menerima atau mengelola dana pengadaan tersebut, serta tidak mengetahui harga satuan kambing, total belanja, maupun realisasi anggaran dari dana Rp168 juta tersebut.
“Yang saya tahu kambing itu sudah ada, sudah didatangkan. Soal uang saya tidak tahu. Uangnya tidak pernah diserahkan ke saya,” ungkap Asmuni.
Lebih lanjut, Asmuni mengaku kesulitan mengelola ternak karena tidak adanya anggaran operasional. Saat ia meminta dana untuk kebutuhan pakan ternak seperti rumput, ampas tahu, dan nutrisi lainnya, Kepala Desa Meddelan disebut mengatakan bahwa dananya belum cair.
“Saya terpaksa mencari rumput liar setiap hari karena tidak ada biaya pakan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Meddelan, Moh. Harist, memberikan keterangan yang bertolak belakang. Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Jumat (17/1/2026), ia menegaskan bahwa seluruh pengelolaan dana pengadaan ternak kambing telah diserahkan sepenuhnya kepada BUMDes.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









