Dua Kali Terjadi, Menu MBG Diduga Berbau di SPPG Lebeng Timur Picu Krisis Kepercayaan Wali Murid

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026 - 20:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Namun klarifikasi tersebut belum menjawab persoalan utama yang dipersoalkan wali murid: mengapa makanan dengan aroma yang dianggap tidak layak tetap didistribusikan kepada siswa. Ajakan melihat dapur dinilai tidak cukup tanpa penjelasan terbuka mengenai standar mutu, prosedur uji kelayakan, serta mekanisme kontrol kualitas sebelum makanan dibagikan.

Lebih jauh, Nur Kholis menyatakan pihaknya telah memberikan kompensasi atas kejadian tersebut. “Saya siap mengganti kerugian terkait masalah itu. Sampean bisa tanyakan langsung kepada kepala sekolah,” tuturnya.

Baca Juga :  Keluhan Siswa Soal Menu MBG di SPPG Batu Putih, Diduga Sayur Berulat dan Buah Membusuk

Pernyataan ini justru menimbulkan pertanyaan baru. Wali murid menilai, pemberian ganti rugi tidak menjawab akar masalah: bagaimana sistem pengawasan bisa gagal sehingga makanan yang dipersoalkan tetap sampai ke tangan siswa.

Sorotan semakin tajam ketika isu sertifikasi dan kelengkapan standar keamanan pangan mencuat. Nur Kholis mengakui proses sertifikasi masih berlangsung.

“Sertifikasi sebagian sudah ada, pak. Prosesnya bertahap dan masih menunggu antrean, tetapi surat keterangan sudah tersedia,”

Jawaban tersebut memicu kritik lanjutan. Pengamat menilai program yang berkaitan langsung dengan konsumsi anak seharusnya memastikan seluruh standar higienitas, izin, dan sertifikasi terpenuhi sebelum distribusi berjalan bukan dipenuhi setelah muncul polemik.

Baca Juga :  Diduga Salurkan MBG Tak Layak Konsumsi, Warga Marengan Daya Keluhkan Kinerja SPPG

Kasus ini kini dipandang sebagai ujian transparansi dan akuntabilitas pengelola program MBG di Lebeng Timur. Wali murid mendesak audit kualitas makanan secara independen dan terbuka, termasuk pemeriksaan bahan baku, proses pengolahan, sanitasi dapur, kualitas air, rantai distribusi, hingga sistem pengawasan harian.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru