SUMENEP, Jatimkita.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Pakamban Laok 2 kembali menuai sorotan. Kepala SPPG Pakamban Laok Yayasan Bumi Asfan Abadi yang akrab disapa Badri dinilai melanggar ketentuan pelaksanaan MBG setelah merealisasikan menu yang diduga tidak layak konsumsi, hingga memicu penolakan wali murid serta keluhan kesehatan berupa diare pada sejumlah siswa dan guru.
Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh wali murid dan pihak sekolah, yang menilai menu MBG yang disalurkan tidak sesuai standar keamanan pangan. Bahkan, sebagian wali murid secara terbuka menolak menu MBG kering yang dianggap tidak layak untuk dikonsumsi anak-anak.
Media ini telah konfirmasi langsung kepada Badri melalui pesan WhatsApp terkait keluhan tersebut. Namun, jawaban yang disampaikan dinilai tidak menjawab substansi persoalan.
Saat ditanya mengenai dugaan pelanggaran dalam realisasi menu MBG serta dampak kesehatan yang dialami siswa dan guru, Badri hanya menyampaikan jawaban singkat.
“Sudah dikonfirmasi ke PIC sekolah,” jawabnya, Sabtu (31/1/2026).
Media kemudian menegaskan bahwa konfirmasi yang dilakukan telah sesuai dengan pernyataan kepala sekolah, guru, dan wali murid, serta kembali meminta tanggapan resmi atas keluhan yang muncul.
“Sudah diselesaikan bersama sekolah mas terkait ompreng juga,” balas Badri.
Seraya meminta agar persoalan tersebut tidak diperkeruh. “Tolong jangan memperkeruh suasana, hubungan saya dengan PIC sekolah itu baik-baik saja,” ucapnya.
Sikap tersebut memicu kekecewaan wali murid. Mereka menilai SPPG Pakamban Laok 2 Yayasan Bumi Asfan Abadi tidak menunjukkan tanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan, baik dari sisi kesehatan penerima manfaat maupun evaluasi mutu menu MBG yang disalurkan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









