‎Parade Teater Tutup Pekan Seni Madura X, Suguhkan Refleksi Lingkungan, Mimpi, dan Masa Depan Teknologi

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 6 Juli 2026 - 13:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‎Ketua Umum UKM Sanggar Lentera, Fathur Rahman, mengatakan bahwa parade teater dipilih sebagai penutup PSM X karena mampu merepresentasikan semangat kegiatan yang mengusung tema Caring of Human Art.

‎”Kami ingin menunjukkan bahwa teater bukan sekadar tontonan, melainkan media untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan kegelisahan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui seni, setiap orang memiliki ruang untuk berdialog dan menyampaikan pesan secara kreatif,” ujarnya.

Baca Juga :  Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026

‎Menurut Fathur, keberagaman tema yang diangkat dalam setiap pementasan menjadi bukti bahwa seni pertunjukan, khususnya teater, tetap relevan sebagai media refleksi dan penyampai pesan sosial di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

‎”Harapan kami, semangat berkesenian ini tidak berhenti setelah Pekan Seni Madura X berakhir. Kami ingin semakin banyak komunitas dan pelaku seni di Madura yang terus berkarya, memperkuat kolaborasi, serta menjadikan panggung seni sebagai ruang yang aman untuk berekspresi dan menghidupkan kebudayaan daerah,” tambahnya.

Baca Juga :  Skandal MBG Pakamban Laok 2 : Roti Diduga Berjamur Lolos Distribusi, SPPI Dituding Lepas Tanggungjawab

‎Parade Teater tersebut sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian Pekan Seni Madura X. Berbagai pertunjukan yang disajikan selama kegiatan berlangsung menjadi bukti bahwa seni tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi, refleksi, dan penguatan ekosistem kesenian di Madura.

Berita Terkait

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja
Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura
Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng
Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!
Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026
Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
‎Workshop Teater Pekan Seni Madura X Jadi Ruang Belajar Lintas Generasi
Daul Phuser Bhumih Siap Guncang Karnaval Akbar Madrasah Miftahul Khair di Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja

Senin, 21 September 2026 - 15:30 WIB

Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura

Senin, 7 September 2026 - 22:08 WIB

Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng

Senin, 7 September 2026 - 14:28 WIB

Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026

Berita Terbaru