Ketua Umum UKM Sanggar Lentera, Fathur Rahman, mengatakan bahwa parade teater dipilih sebagai penutup PSM X karena mampu merepresentasikan semangat kegiatan yang mengusung tema Caring of Human Art.
”Kami ingin menunjukkan bahwa teater bukan sekadar tontonan, melainkan media untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan kegelisahan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui seni, setiap orang memiliki ruang untuk berdialog dan menyampaikan pesan secara kreatif,” ujarnya.
Menurut Fathur, keberagaman tema yang diangkat dalam setiap pementasan menjadi bukti bahwa seni pertunjukan, khususnya teater, tetap relevan sebagai media refleksi dan penyampai pesan sosial di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
”Harapan kami, semangat berkesenian ini tidak berhenti setelah Pekan Seni Madura X berakhir. Kami ingin semakin banyak komunitas dan pelaku seni di Madura yang terus berkarya, memperkuat kolaborasi, serta menjadikan panggung seni sebagai ruang yang aman untuk berekspresi dan menghidupkan kebudayaan daerah,” tambahnya.
Parade Teater tersebut sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian Pekan Seni Madura X. Berbagai pertunjukan yang disajikan selama kegiatan berlangsung menjadi bukti bahwa seni tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi, refleksi, dan penguatan ekosistem kesenian di Madura.
Halaman : 1 2









