Selain peluncuran buku yang dilanjutkan dengan sesi bincang buku, panitia juga menggelar berbagai agenda, seperti workshop teater, pertunjukan seni, diskusi kebudayaan, dan apresiasi karya. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mendorong lahirnya karya-karya kreatif sekaligus memperkuat jejaring komunitas seni di Madura.
Menurut Fathur, penyelenggaraan Pekan Seni Madura selama satu dekade menunjukkan komitmen UKM Sanggar Lentera dalam menjaga keberlangsungan ekosistem kesenian di Pulau Madura. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi gerakan bersama dalam merawat seni dan budaya.
”Harapan kami, semangat berkesenian tidak hanya tumbuh dari kelompok kecil seperti Sanggar Lentera, tetapi juga menjalar ke komunitas-komunitas seni lainnya di Madura. Kami percaya para pelaku seni memiliki potensi besar untuk saling menghidupkan karya, saling menguatkan, dan bersama-sama menjaga nyala kesenian,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui Pekan Seni Madura X, UKM Sanggar Lentera Universitas PGRI Sumenep berharap lahir lebih banyak ruang kreatif yang mampu menjembatani seniman dengan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap keberlangsungan seni, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesenian Madura sekaligus melahirkan karya-karya yang memberi makna bagi kehidupan sosial dan budaya.
Halaman : 1 2









