Antrean BBM Subsidi Mengular, Warga Pertanyakan Stok Bahan Bakar di Beberapa SPBU Sumenep Cepat Habis

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatim Kita – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar kembali dikeluhkan masyarakat Kabupaten Sumenep. Dalam beberapa hari terakhir, antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), mulai dari SPBU Manding, Kolor, Gedungan, Pamolokan, hingga Gunggung, Senin (22/6/2026).

‎Antrean kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk mengular sejak pagi hingga malam hari. Bahkan, panjangnya antrean kerap memakan badan jalan dan menyebabkan kemacetan lalu lintas yang mengganggu aktivitas masyarakat serta pengguna jalan lainnya.

Baca Juga :  Ratusan Santri Ikuti Kemah HIMMAH ke-51, Yonif TP 931/KJ Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Wawasan Kebangsaan

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM subsidi. Namun ironisnya, stok Pertalite maupun Solar di sejumlah SPBU sering kali habis hanya dalam hitungan jam setelah pasokan datang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Di tengah panjangnya antrean kendaraan, masyarakat juga menyoroti adanya pengisian BBM menggunakan jeriken dalam jumlah cukup banyak. Bahkan, dari hasil pantauan, terdapat pembeli yang melakukan pengisian lebih dari tiga jeriken dalam satu kali transaksi.

‎Fenomena tersebut memicu pertanyaan dan kekecewaan masyarakat yang telah mengantre lama untuk mendapatkan BBM.

Baca Juga :  SKK Migas dan TNI Perkuat Sinergi Pengamanan Hulu Migas, Kokohkan Ketahanan Energi Nasional

‎”Kami antre berjam-jam untuk kebutuhan kendaraan sehari-hari. Tapi masih ada yang mengisi beberapa jeriken sekaligus. Masyarakat tentu bertanya-tanya, sebenarnya yang diprioritaskan kendaraan yang mengantre atau pembeli yang membawa banyak jeriken,” ujar salah seorang pengendara.

‎Kekecewaan yang lebih besar dialami seorang pemilik kendaraan roda empat yang mengantre hampir tiga jam di salah satu SPBU di Kabupaten Sumenep. Menurut pengakuannya, saat itu posisi kendaraannya sudah hampir mencapai dispenser pengisian dan hanya tersisa tiga kendaraan lagi di depannya.

Berita Terkait

Polresta Sumenep dan SMSI Perkokoh Sinergi, Wujudkan Informasi Akurat dan Kamtibmas Kondusif
SKK Migas dan TNI Perkuat Sinergi Pengamanan Hulu Migas, Kokohkan Ketahanan Energi Nasional
Perdana di Madura, Sumenep Terapkan Metode Tanam Padi PM-AAS, Target Produktivitas Tembus 10 Ton per Hektare
Abd. Rahman Dukung Gerakan Ayah Antar Anak, Sebut Fondasi Penting Pembentukan Karakter
Ratusan Santri Ikuti Kemah HIMMAH ke-51, Yonif TP 931/KJ Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Wawasan Kebangsaan
Danrem 084 Jalin Silaturahmi dengan Berbagai Elemen Masyarakat, Perkuat Kolaborasi untuk Madura
‎Resmi Dibuka, Pekan Seni Madura X Jadi Momentum Kebangkitan Kesenian Madura
Pamflet Aksi Damai Dukung Program MBG di Pamekasan Beredar, Klaim Libatkan 7.008 Massa

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:42 WIB

Polresta Sumenep dan SMSI Perkokoh Sinergi, Wujudkan Informasi Akurat dan Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:15 WIB

SKK Migas dan TNI Perkuat Sinergi Pengamanan Hulu Migas, Kokohkan Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:36 WIB

Perdana di Madura, Sumenep Terapkan Metode Tanam Padi PM-AAS, Target Produktivitas Tembus 10 Ton per Hektare

Senin, 13 Juli 2026 - 09:45 WIB

Abd. Rahman Dukung Gerakan Ayah Antar Anak, Sebut Fondasi Penting Pembentukan Karakter

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:15 WIB

Ratusan Santri Ikuti Kemah HIMMAH ke-51, Yonif TP 931/KJ Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Wawasan Kebangsaan

Berita Terbaru

Opini

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 19:57 WIB