Kegiatan yang memperebutkan Piala Bupati Sumenep tersebut juga menyediakan berbagai penghargaan bagi para pemenang, berupa piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan senilai jutaan rupiah.
Sementara itu, Bupati Sumenep yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, menyampaikan apresiasi atas konsistensi IWO Sumenep dalam menyelenggarakan kegiatan yang sarat nilai kebangsaan tersebut.
“Alhamdulillah, jumlah peserta tahun ini mencapai sekitar 130 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini semakin diminati oleh masyarakat,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Faruk menegaskan bahwa lomba baca puisi dan pidato Bung Karno bukan hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan juga media untuk meneladani semangat, pemikiran, dan nilai-nilai perjuangan Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga terus berkomitmen melestarikan bahasa daerah, khususnya Bahasa Madura, yang telah memperoleh pengakuan dan penghargaan di tingkat nasional.
“Bahasa Madura harus terus kita banggakan dan lestarikan. Bahasa merupakan bagian penting dari identitas budaya yang wajib dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.
Faruk berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan menjangkau peserta yang lebih luas, tidak hanya dari Madura, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Kegiatan ini tidak hanya mengasah kemampuan berbicara dan berekspresi, tetapi juga menjadi upaya menjaga agar semangat perjuangan Bung Karno tetap hidup dan menginspirasi generasi muda,” pungkasnya.
Halaman : 1 2









