Keluhan Siswa Soal Menu MBG di SPPG Batu Putih, Diduga Sayur Berulat dan Buah Membusuk

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Sejumlah siswa mengeluhkan kualitas menu MBG yang disajikan di SPPG Batu Putih, Yayasan Alif Batu Putih. Keluhan tersebut muncul setelah siswa mengaku menemukan ulat pada sayuran serta buah yang sudah membusuk dalam dua hari berbeda, yakni pada 2 Februari 2026 dan 4 Februari 2026.

“Sudah 2 hari (Senin–Rabu) sayurnya ada ulatnya,” kata salah satu murid saat dimintai keterangan, Jumat (6/2/2026).

Keluhan tidak hanya datang dari siswa. Seorang guru yang enggan disebutkan identitasnya juga menyayangkan dugaan kurangnya perhatian terhadap kebersihan dan kesehatan makanan yang diberikan kepada peserta didik.

“Guru di sekolah itu menyayangkan kenapa tidak diperhatikan mengenai kebersihan dan kesehatan makanan,” ujarnya.

Menurut sumber lain di lingkungan sekolah, kasus serupa disebut-sebut bukan hanya terjadi sekali. Namun, banyak pihak disebut merasa takut untuk menyampaikan kritik secara terbuka.

“Sebenarnya sepertinya banyak yang mengalami kasus seperti itu. Rata-rata takut yang mau di-up,” jelasnya.

“Iya, katanya takut,” tambahnya.

Baca Juga :  Diseret Isu Dana BUMDes Ratusan Juta, Kades Meddelan Murka: “Saya Bisa Laporkan Ketua BUMDes!”

Sumber tersebut juga mengungkapkan adanya kekhawatiran karena pihak pengelola disebut kerap bereaksi keras terhadap kritik.

“Karena yang punya SPPG langsung marah-marah kalau ada yang mengkritik,” ucapnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepala SPPG Batu Putih maupun Yayasan Alif Batu Putih terkait dugaan tersebut. Para orang tua dan tenaga pendidik berharap ada evaluasi menyeluruh agar standar kebersihan makanan bagi siswa dapat terjamin serta kejadian serupa tidak terulang kembali.

Berita Terkait

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan
Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep
Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi
Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB

Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Jumat, 24 April 2026 - 15:26 WIB

Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep

Berita Terbaru