Perbup Busana ASN Dipersoalkan, Budayawan Sumenep: Ini Penyeragaman, Bukan Pelestarian

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Terbitnya Peraturan Bupati Sumenep Nomor 67 Tahun 2025 yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenakan Busana Budaya Keraton dan Busana Khas Sumenep setiap hari Kamis tak sepenuhnya disambut positif. Alih-alih dianggap sebagai langkah progresif pelestarian budaya dan pemberdayaan UMKM lokal, kebijakan tersebut justru memicu kritik tajam dari kalangan budayawan.

Budayawan Sumenep, Syaf Anton, menilai regulasi itu menyimpan problem mendasar karena lahir tanpa proses kultural yang terbuka, partisipatif, dan berbasis kajian akademik yang memadai. Menurutnya, budaya bukan sekadar atribut visual yang bisa ditetapkan melalui instruksi administratif.

Baca Juga :  Diduga Sajikan Ayam Setengah Matang, Program MBG di Pragaan Bikin Siswa Diare

“Budaya tidak tumbuh dari perintah. Ia lahir dari kesepakatan sosial, dialog sejarah, dan praktik hidup masyarakat. Ketika negara memaksakan satu bentuk simbol budaya, yang terjadi bukan pelestarian, melainkan penyeragaman,” ujar Syaf Anton, Sabtu (9/1/2026).

Ia menegaskan, penetapan model, warna, dan karakter busana yang dilegalkan lewat Perbup seharusnya melibatkan spektrum pemangku kepentingan yang luas mulai dari sejarawan, budayawan lintas generasi, akademisi kebudayaan, desainer, hingga para pengrajin lokal. Tanpa proses tersebut, kebijakan ini berisiko mengklaim satu tafsir budaya sebagai representasi tunggal identitas Sumenep.

Baca Juga :  Seminar Jurnalistik Kupas Ancaman terhadap Jurnalis di Era Digital

Syaf Anton juga menyoroti kabar yang beredar di ruang publik bahwa konsep busana yang dijadikan standar resmi diduga bersumber dari pandangan segelintir individu yang mengklaim otoritas kebudayaan secara sepihak.

Berita Terkait

Musik Daul Phuser Bhumih Borong Dua Gelar Juara di Festival Musik Daul Gubernur Jatim Cup 2025
Festival Kucing Busok Raas 2025 Siap Gebrak Panggung Nasional
Phuser Bhumi Asli Cenlecen Bawa Pulang Tiga Piala pada Festival Tongtong Sumenep
Ayo! Mengenal Tradisi Ngin-angin di Kabupaten Sumenep 

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:47 WIB

Perbup Busana ASN Dipersoalkan, Budayawan Sumenep: Ini Penyeragaman, Bukan Pelestarian

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:27 WIB

Musik Daul Phuser Bhumih Borong Dua Gelar Juara di Festival Musik Daul Gubernur Jatim Cup 2025

Rabu, 19 November 2025 - 17:15 WIB

Festival Kucing Busok Raas 2025 Siap Gebrak Panggung Nasional

Sabtu, 1 November 2025 - 09:20 WIB

Phuser Bhumi Asli Cenlecen Bawa Pulang Tiga Piala pada Festival Tongtong Sumenep

Rabu, 29 Oktober 2025 - 22:40 WIB

Ayo! Mengenal Tradisi Ngin-angin di Kabupaten Sumenep 

Berita Terbaru

Hukum

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Jan 2026 - 14:43 WIB