Menu MBG Dipersoalkan, Kepala SPPG Saronggi Bungkam Saat Ditanya Legalitas Operasional Diduga Tidak Lengkap

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 1 Januari 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Dugaan penyajian menu tidak layak konsumsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Saronggi mulai menuai sorotan publik. Sejumlah wali murid, siswa, hingga guru menyampaikan keluhan terkait kualitas makanan yang dibagikan pada awal operasional program tersebut, Kamis (1/1/2026).

Keluhan yang diterima redaksi Jatimkita.id menyebutkan adanya menu nugget yang mengeluarkan bau tidak sedap, buah dalam kondisi busuk, hingga penolakan makanan oleh siswa karena dinilai tidak layak konsumsi. Kondisi ini memicu kekhawatiran orang tua terhadap aspek keamanan dan kesehatan pangan yang diberikan kepada peserta didik.

Baca Juga :  Dua Peristiwa Duka Iringi Pencairan BOSP PAUD, Mekanisme Disorot DPRD Sumenep

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, redaksi Jatimkita.id telah melakukan upaya konfirmasi kepada Kepala SPPG Saronggi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (31/12/2025). Dalam pesan tersebut, redaksi meminta tanggapan resmi terkait keluhan wali murid, siswa, dan guru atas dugaan makanan tidak layak konsumsi yang disajikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Saronggi belum memberikan jawaban atau klarifikasi resmi. Bahkan, saat redaksi kembali menanyakan perihal surat keterangan atau penjelasan tertulis dari SLHS SPPG Saronggi, belum ada respons yang diterima.

Baca Juga :  Alarm Bahaya MBG di SPPG Lenteng Barat: Makanan Diduga Busuk Lolos dari Pengawasan

Sikap diam ini justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, mengingat program MBG merupakan program strategis yang menyasar langsung kesehatan dan keselamatan anak-anak sekolah. Publik menilai transparansi dan respons cepat dari pengelola program menjadi keharusan, terutama ketika muncul dugaan yang berpotensi membahayakan peserta didik.

Berita Terkait

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:01 WIB

SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Berita Terbaru

Opini

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 19:57 WIB