Alarm Bahaya MBG Saronggi: Makanan Bau dan Buah Busuk Lolos ke Sekolah

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola SPPG Saronggi, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, terus menuai keluhan dari wali murid dan masyarakat sekitar. Sejak awal beroperasi, kualitas menu MBG dinilai bermasalah dan memicu penolakan langsung dari para siswa, Rabu (24/12/2025).

Keluhan pertama muncul pada menu olahan nugget yang dibagikan di awal pelaksanaan MBG. Sejumlah siswa menolak mengonsumsi makanan tersebut karena bau tidak sedap.

“Anak saya bilang nuggetnya bau. Akhirnya tidak dimakan sama sekali. Kalau sudah begitu, jelas kami sebagai orang tua khawatir,” ujar salah satu wali murid.

Baca Juga :  Perkuat Ekonomi Daerah, PPR Sumenep Minta Industri Rokok Maksimalkan Pembelian Tembakau Lokal

Masalah kembali berulang pada menu kering yang dibagikan beberapa hari lalu. Kali ini, siswa menerima buah nanas, namun banyak di antaranya dalam kondisi busuk dan tidak segar.

“Kemarin nanasnya banyak yang sudah busuk. Anak-anak tidak mau makan, bahkan ada yang langsung dibuang,” ungkap wali murid lainnya.

Kondisi tersebut membuat wali murid secara terbuka mempertanyakan sistem pengawasan yang dijalankan oleh pengelola SPPG Saronggi. Mereka menilai seharusnya ada pengecekan ketat sebelum makanan dikirim ke sekolah.

Baca Juga :  Diduga Hina Profesi Jurnalis, Akun Tik Tok @Juan Kurniawan Diminta Klarifikasi Terbuka atau Siap Hadapi Proses Hukum

“Kami heran, sebelum dibagikan itu apa tidak dicek dulu? Masa makanan bau dan buah busuk bisa lolos sampai ke tangan anak-anak. Pengawasannya di mana?” kata seorang wali murid dengan nada kecewa.

Menurut mereka, pengawasan bukan hanya tanggung jawab petugas dapur, tetapi juga manajemen SPPG secara keseluruhan.

“Ini bukan sekali dua kali. Kalau berulang, berarti sistem pengawasannya memang lemah. Jangan sampai anak-anak jadi korban kelalaian,” tegasnya.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru