Sikap Tidak Profesional: Kepala Dapur MBG Nurul Islam Tuding Jurnalis “Cari Uang” Saat Tanya Soal Menu

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jatimkita.id – Sikap tidak profesional kembali dipertontonkan oleh Kepala Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Nurul Islam Dasuk Laok. Saat jurnalis melakukan konfirmasi terkait keluhan wali murid dan guru mengenai dugaan sajian menu yang tidak layak, yang bersangkutan justru melontarkan tuduhan yang menyesatkan dan tidak berdasar.

Kepala Dapur MBG yayasan Nurul Islam Dasuk Laok, yang akrab dipanggil Darul Qudni dilayar Whatshappnya saat dikonfirmasi terkait keluhan salah satu wali murid dan salah satu guru, pihaknya bukan memberikan data atau penjelasan konkrit, akan tetapi malah dengan nada menyalahkan dan meremehkan tugas jurnalistik.

Baca Juga :  Dinilai Bermasalah, Aktivis Muda Sumenep Pertanyakan Legalitas dan Kinerja SPPG Saronggi

“Kalo buat berita mbok yo sesuaikan mas, jangan dibuat-buat,” tulisnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika jurnalis menjelaskan bahwa informasi berdasar pada laporan wali murid, ia kembali mempertanyakan keaslian foto dan bahkan melontarkan tuduhan personal:

“Cari uang sampean ya?,” ujarnya.

Tuduhan tersebut tidak hanya dianggap melenceng dari konteks klarifikasi, tetapi juga dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis yang bekerja berdasarkan aduan publik dan menjalankan kewajiban konfirmasi sesuai kode etik.

Baca Juga :  Pengakuan Plin-plan Kepala SPPG Jambu Soal Sertifikat, Dapur MBG Terancam Langgar Aturan

Jurnalis yang bersangkutan dengan tegas membantah tuduhan itu dan menjawab:

“Kalau tidak benar ya jawab tidak benar, bapak. Ini saya kan konfirmasi. Ini maksud bapak ‘cari uang’ bagaimana? Ini bisa saya proses, bapak,” tuturnya.

Percakapan itu memperlihatkan bagaimana Kepala Dapur MBG terkesan defensif, menghindari klarifikasi substansi, dan justru menyerang pribadi jurnalis.

Berita Terkait

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan
Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep
Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi
Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB

Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Jumat, 24 April 2026 - 15:26 WIB

Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep

Berita Terbaru