Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 22:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Polemik penilaian Festival Musik Daul atau Musik Tong-Tong Kabupaten Sumenep 2026 kian memanas. Persoalan yang awalnya berkutat pada hasil penjurian kategori dekorasi kini menyeret pertanyaan serius terhadap profesionalitas panitia dan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep sebagai pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan festival.

Pelaku seni dekorasi secara tegas meminta Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, dan Ketua Panitia Festival Musik Tong-Tong Kabupaten Sumenep 2026, M. Musni Thamrin, tidak menghindar dari persoalan penilaian yang telah dipublikasikan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026

Menurut pelaku seni tersebut, persoalan bukan sekadar soal kalah atau menang. Yang dipersoalkan adalah konsistensi antara angka penilaian yang telah ditampilkan ke publik dengan peringkat peserta, khususnya pada kategori dekorasi.

Ia menegaskan, ketika angka penilaian sudah diumumkan melalui YouTube, publik memiliki hak untuk mengetahui apakah angka tersebut benar-benar merupakan hasil final dan valid yang menjadi dasar penentuan peringkat.

Baca Juga :  Ayo! Mengenal Tradisi Ngin-angin di Kabupaten Sumenep 

“Seandainya angkanya sudah valid dan dekor saya tidak masuk, saya diam. Tapi karena angka itu muncul dan melebihi dari yang 10 besar, saya tidak akan terima. Sampai kapan pun saya tidak akan menerima,” tegasnya.

Ia menilai, jika memang terjadi kekeliruan dalam penginputan angka atau penentuan peringkat, panitia seharusnya memberikan penjelasan secara terbuka, bukan membiarkan publik menafsirkan sendiri hasil yang sudah telanjur tersebar.

Berita Terkait

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja
Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura
Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!
Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026
Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
‎Workshop Teater Pekan Seni Madura X Jadi Ruang Belajar Lintas Generasi
‎Parade Teater Tutup Pekan Seni Madura X, Suguhkan Refleksi Lingkungan, Mimpi, dan Masa Depan Teknologi
Daul Phuser Bhumih Siap Guncang Karnaval Akbar Madrasah Miftahul Khair di Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja

Senin, 21 September 2026 - 15:30 WIB

Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura

Senin, 7 September 2026 - 22:08 WIB

Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng

Senin, 7 September 2026 - 14:28 WIB

Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026

Berita Terbaru