Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 22:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ia juga mempertanyakan metode penilaian dekorasi di lapangan. Menurutnya, penilaian tidak semestinya hanya dilakukan dari satu titik atau dari atas panggung.

“Kalau dekornya, silakan diteliti. Juri dekor panggung harus turun ke bawah dan meneliti volume, tiga dimensinya seperti apa. Tata lampunya secara keseluruhan dari samping, depan, itu seperti apa,” tegasnya.

Bahkan, ia menyoroti adanya bagian dekorasi yang disebut mengalami kondisi lampu mati ketika peserta berada di sepanjang rute.

“Di jalan itu banyak yang mati. Di depan saya itu mati. Tapi adakah juri di jalan itu? Saya juga tidak tahu menilainya seperti apa ketika dekor itu mati, lampunya,” ujarnya.

Baca Juga :  IWO Sumenep Ultimatum Disdik dan Kemenag: Segera Terbitkan Surat Edaran, Hentikan Intimidasi Guru Saat Pendistribusian MBG

Kekecewaan tidak hanya datang dari pelaku seni yang mengikuti festival. Pihak yang mengaku telah mengirimkan perwakilan ke Sumenep untuk mempertanyakan profesionalitas panitia dan dinas terkait juga menyatakan kecewa terhadap respons yang diterima.

“Kami mengirim perwakilan ke Sumenep untuk mempertanyakan kejelasan profesionalitas panitia dan dinas terkait. Seperti apa tanggung jawabnya dengan melihat kondisi Festival Musik Tong-Tong Kabupaten Sumenep 2026 yang dinilai tidak baik-baik saja,” ungkapnya.

Baca Juga :  Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026

Namun, menurutnya, pihaknya justru mendapatkan kabar yang mengecewakan. Ia menilai panitia dan dinas terkait belum memberikan penjelasan resmi yang dapat menjawab persoalan yang dipertanyakan.

“Dari hal tersebut kami mendapatkan kabar yang mengecewakan dan malah pihak panitia dan dinas membuat acara sendiri tanpa memberikan penjelasan yang resmi kepada kami. Sedangkan bukti nilai sudah jelas,” katanya.

Berita Terkait

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja
Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura
Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!
Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026
Perbankan di Sumenep Didorong Perkuat Modal Usaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
‎Workshop Teater Pekan Seni Madura X Jadi Ruang Belajar Lintas Generasi
‎Parade Teater Tutup Pekan Seni Madura X, Suguhkan Refleksi Lingkungan, Mimpi, dan Masa Depan Teknologi
Daul Phuser Bhumih Siap Guncang Karnaval Akbar Madrasah Miftahul Khair di Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Bupati Sumenep Ziarah ke Asta Tinggi, Kenang Jasa dan Perjuangan Para Raja

Senin, 21 September 2026 - 15:30 WIB

Wabup Sumenep: MEC Bukan Sekadar Karnaval, Tapi Wadah Menjaga Budaya Madura

Senin, 7 September 2026 - 22:08 WIB

Panitia Festival Tong-Tong Dinilai Tak Profesional, Citra Pemkab dan Bupati Sumenep Ikut Tercoreng

Senin, 7 September 2026 - 14:28 WIB

Nilai Kategori Dekorasi Terbaik Festival Tong-Tong Sumenep Janggal, Profesionalitas Panitia dan Juri Dipertanyakan!

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

Panitia dan Dewan Juri Dinilai tidak Profesional, Publik Pertanyakan Penilaian Festival Tong Tong se-Madura 2026

Berita Terbaru