SUMENEP, Jatim Kita – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar kembali dikeluhkan masyarakat Kabupaten Sumenep. Dalam beberapa hari terakhir, antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), mulai dari SPBU Manding, Kolor, Gedungan, Pamolokan, hingga Gunggung, Senin (22/6/2026).
Antrean kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk mengular sejak pagi hingga malam hari. Bahkan, panjangnya antrean kerap memakan badan jalan dan menyebabkan kemacetan lalu lintas yang mengganggu aktivitas masyarakat serta pengguna jalan lainnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM subsidi. Namun ironisnya, stok Pertalite maupun Solar di sejumlah SPBU sering kali habis hanya dalam hitungan jam setelah pasokan datang.
Di tengah panjangnya antrean kendaraan, masyarakat juga menyoroti adanya pengisian BBM menggunakan jeriken dalam jumlah cukup banyak. Bahkan, dari hasil pantauan, terdapat pembeli yang melakukan pengisian lebih dari tiga jeriken dalam satu kali transaksi.
Fenomena tersebut memicu pertanyaan dan kekecewaan masyarakat yang telah mengantre lama untuk mendapatkan BBM.
”Kami antre berjam-jam untuk kebutuhan kendaraan sehari-hari. Tapi masih ada yang mengisi beberapa jeriken sekaligus. Masyarakat tentu bertanya-tanya, sebenarnya yang diprioritaskan kendaraan yang mengantre atau pembeli yang membawa banyak jeriken,” ujar salah seorang pengendara.
Kekecewaan yang lebih besar dialami seorang pemilik kendaraan roda empat yang mengantre hampir tiga jam di salah satu SPBU di Kabupaten Sumenep. Menurut pengakuannya, saat itu posisi kendaraannya sudah hampir mencapai dispenser pengisian dan hanya tersisa tiga kendaraan lagi di depannya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









