SUMENEP, Jatim Kita – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Juluk II, Mahelli, memberikan klarifikasi terkait dugaan gangguan pencernaan yang dialami sejumlah siswa setelah mengkonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh SPPG Syita Ananta Talang, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.
Menurut Mahelli, kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026. Namun pada saat kejadian sedang tidak berada disekolah, karena ada kepentingan keluarga.
”Pada hari itu saya tidak disekolah, namun berdasarkan laporan yang saya terima dari teman-teman guru bahwa ada beberapa menu MBG dalam kondisi berbau tidak sedap. Kondisi tersebut langsung menjadi perhatian kami karena tidak sesuai dengan standar kelayakan konsumsi,” ujar Mahelli saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, tidak semua siswa yang mengkonsumsi makanan tersebut mengalami gangguan pencernaan.
”Setelah mengkonsumsi menu MBG hari itu, beberapa siswa mulai mengeluhkan sakit perut,” jelasnya.
Mahelli menegaskan bahwa pihak sekolah bergerak cepat merespons kondisi tersebut, termasuk menyiapkan langkah penanganan terhadap siswa yang terdampak.
”Setelah pihak sekolah melakukan penangan awal, maka siswa yang mengalami sakit perut kami antar kerumahnya” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa setelah sampai di rumah, orang tua siswa langsung mengambil tindakan dengan membawa anaknya ke fasilitas kesehatan.
”Setelah tiba dirumahnya, orang tua siswa langsung membawa anaknya ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Dan pihak sekolah melakukan pendampingan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kelembagaan,” tambahnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









