‎Kepala SDN Juluk II Klarifikasi Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi Menu MBG

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 17 April 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Lebih lanjut, Mahelli menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan instruksi tegas kepada seluruh tenaga pendidik di sekolahnya agar lebih selektif dalam menerima dan mendistribusikan menu MBG.

‎”Saya menyampaikan kepada para guru, apabila menemukan menu MBG yang berbau, tidak segar, atau tidak layak konsumsi, maka harus langsung ditolak dan tidak diberikan kepada siswa,” tegasnya.

‎Ia juga menekankan bahwa aspek kelayakan tidak hanya dilihat dari kondisi fisik makanan, tetapi juga kandungan gizinya.

‎”Tidak hanya soal bau, tetapi juga apabila menu tersebut tidak memenuhi standar gizi yang dibutuhkan siswa, maka itu juga akan kami tolak. Kesehatan dan kebutuhan gizi anak-anak adalah prioritas utama kami,” katanya.

‎Dalam pernyataannya, Mahelli menunjukkan sikap tegas terhadap pihak penyedia makanan apabila tidak ada perbaikan kualitas ke depan.

‎”Kami tidak main-main dalam persoalan ini karena menyangkut keselamatan dan kesehatan siswa. Jika pihak penyedia tidak melakukan evaluasi dan perbaikan secara serius, maka kami akan mempertimbangkan untuk berpindah ke penyedia lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Diduga Lari dari Tanggung Jawab, Kepsek SDN Juluk II Menghilang Saat Mau Dikonfirmasi Terkait Kasus Gangguan Pencernaan Siswa 

‎Ia berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak, khususnya penyedia layanan MBG, agar lebih memperhatikan kualitas makanan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.

‎”Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Penyedia harus benar-benar memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada siswa aman, layak, dan memenuhi standar gizi, sesuai dengan harapan Bpk Presiden kita Prabowo Subianto” pungkasnya.

Berita Terkait

‎Mengukir Prestasi, Menjaga Adab: Momen Haru Wisuda SDN Larangan Barma 1 dan TK PGRI Larangan Barma
Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Perkuat Peran Guru sebagai Penjaga Budaya Lewat Dialog dan Workshop Seni Pertunjukan
Diduga Lari dari Tanggung Jawab, Kepsek SDN Juluk II Menghilang Saat Mau Dikonfirmasi Terkait Kasus Gangguan Pencernaan Siswa 
Nilai Tanpa Ujian dan Dugaan Pungli, Mahasiswa Soroti Tata Kelola Prodi Kebidanan STIKES Husada Jombang
Dies Natalis ke-41, UPI Sumenep Teguhkan Komitmen Berkarya dan Berdampak
Siswa FIES Sumenep Ukir Prestasi di Olimpiade KURVA 2026, Belasan Peserta Tembus Grand Final
575 wisudawan Universitas PGRI Sumenep Resmi Dikukuhkan
Melalui Ahmad Rasul Hariz, Kadisdik Sumenep Memberikan Penghargaan Kepada Para Pemenang Juara ISCO MIPA Sumenep 2025

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:51 WIB

‎Mengukir Prestasi, Menjaga Adab: Momen Haru Wisuda SDN Larangan Barma 1 dan TK PGRI Larangan Barma

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:15 WIB

Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Perkuat Peran Guru sebagai Penjaga Budaya Lewat Dialog dan Workshop Seni Pertunjukan

Jumat, 17 April 2026 - 13:57 WIB

‎Kepala SDN Juluk II Klarifikasi Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi Menu MBG

Rabu, 15 April 2026 - 20:35 WIB

Diduga Lari dari Tanggung Jawab, Kepsek SDN Juluk II Menghilang Saat Mau Dikonfirmasi Terkait Kasus Gangguan Pencernaan Siswa 

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:58 WIB

Nilai Tanpa Ujian dan Dugaan Pungli, Mahasiswa Soroti Tata Kelola Prodi Kebidanan STIKES Husada Jombang

Berita Terbaru