Lebih lanjut, Mahelli menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan instruksi tegas kepada seluruh tenaga pendidik di sekolahnya agar lebih selektif dalam menerima dan mendistribusikan menu MBG.
”Saya menyampaikan kepada para guru, apabila menemukan menu MBG yang berbau, tidak segar, atau tidak layak konsumsi, maka harus langsung ditolak dan tidak diberikan kepada siswa,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa aspek kelayakan tidak hanya dilihat dari kondisi fisik makanan, tetapi juga kandungan gizinya.
”Tidak hanya soal bau, tetapi juga apabila menu tersebut tidak memenuhi standar gizi yang dibutuhkan siswa, maka itu juga akan kami tolak. Kesehatan dan kebutuhan gizi anak-anak adalah prioritas utama kami,” katanya.
Dalam pernyataannya, Mahelli menunjukkan sikap tegas terhadap pihak penyedia makanan apabila tidak ada perbaikan kualitas ke depan.
”Kami tidak main-main dalam persoalan ini karena menyangkut keselamatan dan kesehatan siswa. Jika pihak penyedia tidak melakukan evaluasi dan perbaikan secara serius, maka kami akan mempertimbangkan untuk berpindah ke penyedia lain,” ujarnya.
Ia berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak, khususnya penyedia layanan MBG, agar lebih memperhatikan kualitas makanan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.
”Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Penyedia harus benar-benar memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada siswa aman, layak, dan memenuhi standar gizi, sesuai dengan harapan Bpk Presiden kita Prabowo Subianto” pungkasnya.
Halaman : 1 2









