SUMENEP, Jatimkita.id – Kondisi memprihatinkan menyelimuti kawasan wisata Pantai Slopeng. Alih-alih menjadi destinasi unggulan yang membanggakan, pantai ini justru menuai kritik tajam dari warga dan pengunjung akibat persoalan klasik yang tak kunjung diselesaikan. Sampah berserakan, tiket mahal, dan nihilnya pembangunan.
Jakfar Sodiq, warga sekitar Pantai Slopeng, secara tegas membantah pernyataan pengelola yang sebelumnya disampaikan melalui media online. Dalam klarifikasinya, ia menepis klaim bahwa tumpukan sampah di kawasan pantai disebabkan oleh abrasi semata.
“Faktanya, sampah di sini memang banyak dan menumpuk. Ini bukan sekadar kiriman dari laut akibat abrasi. Pengelolaan yang buruk jelas jadi penyebab utama,” tegas Jakfar, Minggu (29/3/2026).
Ia juga menyoroti ketimpangan antara harga tiket masuk dengan kondisi lapangan yang jauh dari kata layak. Menurutnya, pengunjung dipungut biaya yang tidak sedikit, namun tidak mendapatkan fasilitas yang memadai.
“Pengunjung bayar mahal, tapi yang didapat apa? Pantai kotor, fasilitas minim, dan tidak ada perubahan dari tahun ke tahun,”tambahnya.
Lebih lanjut, Jakfar melontarkan kritik keras terhadap pola pikir pengelola yang dinilai tidak berorientasi pada kemajuan wisata.
“Jangan hanya menjadi pihak ketiga memikirkan untung dan ruginya saja. Hal ini berurusan dengan inovasi dan nama baik wisata Pantai Slopeng,” jelasnya.
Keluhan serupa juga datang dari wisatawan bernama Syamsul. Ia mengaku mengalami kejadian yang dinilainya tidak masuk akal saat melintas di depan kawasan Pantai Slopeng pada momen Lebaran Ketupat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









