JOMBANG, Jatimkita.id – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan ketidakadilan akademik mencuat di lingkungan Program Studi S1 Kebidanan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) STIKES Husada Jombang, Jawa Timur. Sejumlah mahasiswa mengaku resah terhadap kebijakan akademik yang dinilai tidak transparan dan cenderung diskriminatif.
Keluhan tersebut disampaikan salah satu mahasiswa yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengaku kecewa dan mempertanyakan integritas tata kelola akademik di program studi tersebut.
Menurutnya, terdapat perbedaan perlakuan yang mencolok dalam proses akademik. Ia menyebut ada mahasiswa yang tidak mengikuti seluruh rangkaian ujian, namun tetap memperoleh nilai, bahkan dengan hasil yang baik.
“Kami melihat sendiri ada mahasiswa yang tidak mengikuti semua tahapan ujian, tetapi tetap mendapatkan nilai bagus. Sementara kami yang mengikuti seluruh prosedur justru harus berjuang lebih keras. Ini jelas menimbulkan rasa ketidakadilan,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Mahasiswa tersebut menilai kondisi itu menimbulkan kesan kuat adanya praktik tebang pilih dalam penerapan aturan akademik. Ia bahkan mempertanyakan konsistensi sistem penilaian yang seharusnya berlaku sama bagi seluruh mahasiswa.
“Kalau aturan akademik bisa diterapkan berbeda-beda, lalu di mana letak keadilannya? Kampus seharusnya menjadi tempat menjunjung integritas, bukan justru memunculkan kecurigaan,” katanya.
Selain persoalan ujian, mahasiswa juga menyoroti dugaan adanya pungutan di luar ketentuan resmi kampus. Ia mengaku menemukan perbedaan informasi biaya antara yang tercantum di situs resmi kampus dengan yang disampaikan oleh oknum dosen yang disebut sebagai penanggung jawab mahasiswa.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









