PT BSI Perkuat Komitmen Lingkungan Melalui Reklamasi Progresif Tambang Emas Banyuwangi Berkelanjutan

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi, Jatimkita.id – PT Bumi Suksesindo (BSI), perusahaan tambang emas di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, semakin menegaskan komitmennya menjaga keselarasan antara aktivitas pertambangan dan pelestarian lingkungan.

Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold ini telah menempuh beragam upaya pelestarian lingkungan, mulai dari reklamasi, rehabilitasi, hingga pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Seluruh program tersebut dirancang untuk memastikan ekosistem di sekitar wilayah operasional tetap terjaga dan mampu pulih secara alami.

Strategi utama yang dijalankan adalah reklamasi progresif, yakni pemulihan lahan segera setelah area tambang selesai digunakan. Pendekatan ini membuat proses pemulihan berjalan lebih cepat tanpa harus menunggu seluruh operasi berakhir.

Baca Juga :  Rugi Puluhan Juta, Pemilik Toko Alam Subur Tuntut Pertanggungjawaban Usai Bangunan Kebanjiran Akibat Proyek Kios Pasar Anom

Hingga November 2025, PT Bumi Suksesindo telah mereklamasi 84,96 hektare lahan bekas tambang. Kawasan yang dipulihkan ini kini berkembang menjadi habitat baru bagi berbagai jenis satwa lokal di area Tujuh Bukit Operations.

Komitmen perusahaan tidak hanya terfokus pada wilayah inti operasional. PT BSI juga telah menuntaskan penanaman lahan kompensasi di Bondowoso dan Sukabumi seluas 1.990,79 hektar pada November 2023.

Baca Juga :  SMSI Sumenep Matangkan Strategi Hadapi Disrupsi Media Digital

Luas tersebut bahkan melampaui kewajiban 1.985,72 hektar yang ditetapkan pemerintah. Pencapaian ini menjadikan BSI sebagai institusi swasta dengan penyerahan lahan kompensasi terluas kepada pemerintah saat itu.

Selain program tersebut, perusahaan juga menjalankan rehabilitasi lahan kritis di Banyuwangi Barat dan Selatan. Sebanyak 66.666 pohon ditanam di area seluas 60 hektare untuk mengembalikan fungsi lingkungan yang selama ini terdegradasi.

Berita Terkait

Listrik Padam Sejak Magrib, Warga Beringin Timur Kecewa Lambannya Respons PT. PLN (Persero) ULP Ambunten
Viral di TikTok, Pembatas Jalan di Sumenep Pilih Hanyut: Warga Bertanya, Dishub ke Mana?
SMSI Sumenep Matangkan Strategi Hadapi Disrupsi Media Digital
Raker IWO Sumenep Jadi Ruang Lahirnya Gagasan Segar untuk 2026
Dorong Sumenep Perkuat Ruang Hijau, Medco Energi dan Pemerintah Daerah Tanam 1.300 Pohon di TPA Batuan
Seminar Jurnalistik Kupas Ancaman terhadap Jurnalis di Era Digital
IWO Sumenep dan Universitas PGRI Sumenep Resmi Berkolaborasi: Dorong Kampus Melek Media dan Mahasiswa Terampil Jurnalistik
DKPP Sumenep Bersama BPP Dasuk Terapkan Inovasi Tumpang Sari untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian dan Ekonomi Para Petani 

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:49 WIB

Listrik Padam Sejak Magrib, Warga Beringin Timur Kecewa Lambannya Respons PT. PLN (Persero) ULP Ambunten

Minggu, 21 Desember 2025 - 17:28 WIB

Viral di TikTok, Pembatas Jalan di Sumenep Pilih Hanyut: Warga Bertanya, Dishub ke Mana?

Senin, 15 Desember 2025 - 20:39 WIB

SMSI Sumenep Matangkan Strategi Hadapi Disrupsi Media Digital

Senin, 15 Desember 2025 - 13:36 WIB

PT BSI Perkuat Komitmen Lingkungan Melalui Reklamasi Progresif Tambang Emas Banyuwangi Berkelanjutan

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:10 WIB

Raker IWO Sumenep Jadi Ruang Lahirnya Gagasan Segar untuk 2026

Berita Terbaru

Hukum

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Jan 2026 - 14:43 WIB