Kepala SPPG Pakamban Laok 2 Bungkam, Yayasan Ambil Alih Klarifikasi: Polemik MBG Pragaan Kian Memanas

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 13 April 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Maaf mas saya punya rekamannya dan saya sudah menonton, itu bukan ancaman, itu bentuk pertanggungjawaban,” tegasnya.

Ia juga mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan MBG dan berjanji akan melakukan evaluasi terhadap mitra.

“Padahal saya sudah minta tiap hari menu. Tapi masih saja ada yang mengecewakan, mohon maaf atas hal-hal yang kurang dirasa pantas,”ujarnya.

Namun di balik serangkaian klarifikasi tersebut, publik justru menyoroti ketiadaan suara dari Kepala SPPG Pakamban Laok 2 yang hingga kini belum memberikan pernyataan resmi.

Baca Juga :  Dinsos Pilih Tutup Mata Penyaluran Bantuan modal UMKM Rp3 Juta Diduga Ada Praktik Pungli

Padahal, secara struktural dan operasional, Kepala SPPG merupakan pihak yang bertanggung jawab langsung terhadap: pengelolaan dapur, kualitas makanan, serta distribusi kepada penerima manfaat.

Di mana peran Kepala SPPG saat terjadi polemik serius?. Mengapa justru pihak yayasan yang tampil dominan di ruang publik?.

Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa fungsi pengawasan dan tanggung jawab operasional di tingkat SPPG tidak berjalan optimal.

Alih-alih tampil menjelaskan dan menenangkan publik, Kepala SPPG justru memilih diam di tengah krisis kepercayaan.

Baca Juga :  Mengaku dari Adira Finance, Tiga Oknum Debt Collector Diduga Lakukan Pemerasan Bermodus Tarik Motor

Situasi ini dinilai berpotensi memperburuk persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.

Polemik ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut langsung kesehatan siswa sebagai penerima manfaat program strategis nasional.

Ketika dugaan makanan basi mencuat, transparansi dan tanggung jawab seharusnya menjadi prioritas utama bukan justru dihindari.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Pakamban Laok 2 belum memberikan keterangan resmi, sementara desakan evaluasi dari wali murid terus menguat.

Berita Terkait

THM Mr. Ball Sumenep Kembali Disorot, Event DJ Tetap Digelar di Tengah Polemik
Sosok Haji Her di Mata Warga: Penjaga Nafas Ekonomi Tembakau Madura
Kapan Akan Dilakukan Penindakan? Mr. Ball Diduga Jadi Tempat Pesta Miras, Pemkab dan DPRD Sumenep Dinilai Hanya Fokus Pencitraan 
Reuni Alumni MA A 2007 Bata-Bata di Pamekasan, Haul Masyayikh Jadi Perekat Kebersamaan
Keluarga Besar IWO Sumenep Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Tiga Ormas Madas Gelar Halalbihalal Sekaligus Launching Bamus Madura
Pererat Kebersamaan Ramadan, SDN Cenlecen 2 Pakong Gelar Buka Puasa Bersama Guru dan Siswa
SMSI Sumenep dan Ar-Raudah Computer Berbagi 500 Takjil untuk Warga Binaan Rutan Klas IIB

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 21:52 WIB

THM Mr. Ball Sumenep Kembali Disorot, Event DJ Tetap Digelar di Tengah Polemik

Senin, 13 April 2026 - 13:14 WIB

Kepala SPPG Pakamban Laok 2 Bungkam, Yayasan Ambil Alih Klarifikasi: Polemik MBG Pragaan Kian Memanas

Jumat, 10 April 2026 - 22:00 WIB

Sosok Haji Her di Mata Warga: Penjaga Nafas Ekonomi Tembakau Madura

Senin, 6 April 2026 - 22:03 WIB

Kapan Akan Dilakukan Penindakan? Mr. Ball Diduga Jadi Tempat Pesta Miras, Pemkab dan DPRD Sumenep Dinilai Hanya Fokus Pencitraan 

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:43 WIB

Reuni Alumni MA A 2007 Bata-Bata di Pamekasan, Haul Masyayikh Jadi Perekat Kebersamaan

Berita Terbaru