DKPP Sumenep Genjot Pemanfaatan Lahan Tidur Lewat Irigasi Perpompaan, Targetkan Dongkrak Produksi Padi 2026

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jatimkita.id — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep terus mendorong penerapan inovasi pemanfaatan lahan tidak produktif oleh para petani. Langkah strategis ini diharapkan mampu mengakselerasi peningkatan produksi pangan daerah.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menegaskan bahwa pemanfaatan lahan tidur melalui irigasi perpompaan menjadi salah satu inovasi yang terbukti memberikan dampak ekonomi signifikan bagi petani.

“Dengan adanya irigasi perpompaan, lahan yang sebelumnya tidak produktif kini menjadi peluang ekonomi baru bagi petani, khususnya untuk tanaman padi,” ujarnya pada kegiatan Gerakan Tanam Padi di lahan tumpangsari padi–pohon mente, Poktan Kerto Raharjo, Desa Kerta Timur, Jumat (21/11/2025).

Baca Juga :  DKPP Sumenep Bersama BPP Dasuk Terapkan Inovasi Tumpang Sari untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian dan Ekonomi Para Petani 

Chainur optimistis, dukungan para petani dalam menerapkan inovasi lahan tidur bakal menjadi faktor penting yang mendorong kontribusi nyata Sumenep terhadap program swasembada pangan berkelanjutan tahun 2026.

“Program optimalisasi lahan berdampak positif terhadap peningkatan produksi beras sekaligus memperkuat upaya swasembada pangan berkelanjutan. Selain menambah luas baku sawah, inovasi ini juga meningkatkan indeks pertanaman, khususnya komoditas padi,” jelasnya.

Baca Juga :  Viral! di Media Sosial, SPPG di Kecamatan Pragaan Diduga Sajikan Ikan Lele Buntung untuk Siswa

Sementara itu, para petani yang mengikuti gerakan tanam bersama Kepala DKPP Sumenep, Danramil, Polsek Dasuk, dan penyuluh pertanian mengaku sangat bersyukur.

Ketua Poktan Kerto Raharjo, Suryadi, menyebut inovasi ini membawa perubahan nyata. Lahan mereka yang sebelumnya hanya ditumbuhi pohon mente kini dapat dimanfaatkan untuk menanam padi dan menjadi sumber pendapatan tambahan.

Berita Terkait

Listrik Padam Sejak Magrib, Warga Beringin Timur Kecewa Lambannya Respons PT. PLN (Persero) ULP Ambunten
Viral di TikTok, Pembatas Jalan di Sumenep Pilih Hanyut: Warga Bertanya, Dishub ke Mana?
SMSI Sumenep Matangkan Strategi Hadapi Disrupsi Media Digital
PT BSI Perkuat Komitmen Lingkungan Melalui Reklamasi Progresif Tambang Emas Banyuwangi Berkelanjutan
Raker IWO Sumenep Jadi Ruang Lahirnya Gagasan Segar untuk 2026
Dorong Sumenep Perkuat Ruang Hijau, Medco Energi dan Pemerintah Daerah Tanam 1.300 Pohon di TPA Batuan
Seminar Jurnalistik Kupas Ancaman terhadap Jurnalis di Era Digital
IWO Sumenep dan Universitas PGRI Sumenep Resmi Berkolaborasi: Dorong Kampus Melek Media dan Mahasiswa Terampil Jurnalistik

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:49 WIB

Listrik Padam Sejak Magrib, Warga Beringin Timur Kecewa Lambannya Respons PT. PLN (Persero) ULP Ambunten

Minggu, 21 Desember 2025 - 17:28 WIB

Viral di TikTok, Pembatas Jalan di Sumenep Pilih Hanyut: Warga Bertanya, Dishub ke Mana?

Senin, 15 Desember 2025 - 20:39 WIB

SMSI Sumenep Matangkan Strategi Hadapi Disrupsi Media Digital

Senin, 15 Desember 2025 - 13:36 WIB

PT BSI Perkuat Komitmen Lingkungan Melalui Reklamasi Progresif Tambang Emas Banyuwangi Berkelanjutan

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:10 WIB

Raker IWO Sumenep Jadi Ruang Lahirnya Gagasan Segar untuk 2026

Berita Terbaru

Hukum

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Jan 2026 - 14:43 WIB