“Program di Dasuk ini sangat baik. Lahan menjadi lebih produktif dan memberi tambahan pendapatan bagi petani,” tuturnya.
Menurut pria yang akrab dipanggil Pak Inong ini menjelaskan, tumpang sari bukan hal baru bagi sebagian petani, namun kini diterapkan dengan pendekatan lebih modern dan terarah. Pemanfaatan pekarangan dan area sekitar tanaman mente untuk menanam padi telah terbukti meningkatkan efektivitas lahan dan nilai ekonomi panen.
DKPP menargetkan pola sukses di Dasuk dapat direplikasi di kecamatan lainnya. Pada akhir bulan ini, program serupa akan mulai didorong di Batang-batang, Dungkek, hingga Siwalan, dengan kombinasi tanaman padi dan kelapa.
Dorong Ketahanan Pangan dan Pendapatan Petani
Selain mendorong peningkatan produksi, program tumpang sari juga diharapkan menjadi instrumen penguatan ketahanan pangan keluarga, terutama bagi petani kecil yang selama ini mengandalkan satu jenis komoditas. Dengan diversifikasi tanaman, petani memiliki lebih banyak sumber pendapatan dalam satu periode tanam.
“Tumpang sari tidak hanya meningkatkan hasil, tetapi juga menjaga tanah tetap sehat. Kami ingin petani Sumenep menuju pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan,” tambah Chainur.
DKPP Sumenep menargetkan program tumpang sari dapat diterapkan di seluruh kecamatan pada tahun 2026 melalui sinergi kelompok tani dan lembaga penyuluhan. Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan berupa bantuan benih dan penguatan kelembagaan untuk mempercepat perluasan program.
Dengan langkah ini, DKPP optimistis produktivitas pertanian Sumenep akan meningkat signifikan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi para petani.
Halaman : 1 2









