Mahasiswa Nilai Pilkada Tidak Langsung Berpotensi Pangkas Hak Politik Rakyat

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ia menambahkan, penguatan koalisi permanen justru berisiko menjadikan daerah sebagai ruang uji coba kekuasaan elit, sementara rakyat kehilangan peran strategis dalam menentukan arah kebijakan.

Menurut Marwan, bahaya terbesar Pilkada tidak langsung terletak pada pergeseran loyalitas kepala daerah. Jika dipilih oleh DPRD, kepala daerah berpotensi lebih bertanggung jawab kepada partai politik ketimbang kepada rakyat.

“Kepala daerah bisa terjebak dalam politik balas jasa. Kebijakan publik rawan disandera kepentingan fraksi dan transaksi politik di parlemen,” ujarnya.

Baca Juga :  BGN Tegaskan Larangan Produk Pabrikan dalam Menu MBG, SPPG Rubaru Justru Sajikan Biskuit Kemasan

Ia juga menyoroti rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif dalam beberapa tahun terakhir, yang diperparah oleh gelombang demonstrasi besar pada 2025 dengan tuntutan reformasi etika politik dan keadilan sosial.

“Di saat kepercayaan publik belum pulih, mencabut hak pilih rakyat justru berisiko memicu kemarahan sosial yang lebih luas. Ini bisa menjadi titik kritis bagi demokrasi kita,” katanya.

Baca Juga :  Dugaan Pemotongan PKH Pakondang Kian Mengerucut: Nama MH Mencuat, Warga Curiga Ada Jaringan Oknum

Marwan menegaskan, apabila pemerintah dan DPR tetap memaksakan wacana tersebut, maka konsekuensinya adalah ancaman serius bagi masa depan demokrasi Indonesia.

“Kedaulatan harus tetap berada di tangan rakyat. Demokrasi hanya akan bertahan jika rakyat dilibatkan secara penuh, bukan disingkirkan dari proses menentukan pemimpin daerahnya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tasyakuran Dua Tokoh NU Gelar Pahlawan Nasional, M. Muhri Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Agama Dasuk
Momentum Hari Jadi Sumenep ke-756, Ketua Komisi III: Refleksi dan Motivasi Untuk Memperkuat Pembangunan Daerah 

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:44 WIB

Mahasiswa Nilai Pilkada Tidak Langsung Berpotensi Pangkas Hak Politik Rakyat

Minggu, 16 November 2025 - 18:54 WIB

Tasyakuran Dua Tokoh NU Gelar Pahlawan Nasional, M. Muhri Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Agama Dasuk

Jumat, 31 Oktober 2025 - 15:51 WIB

Momentum Hari Jadi Sumenep ke-756, Ketua Komisi III: Refleksi dan Motivasi Untuk Memperkuat Pembangunan Daerah 

Berita Terbaru

Hukum

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Jan 2026 - 14:43 WIB