Ketua pelaksana, Shindy Aulia Afivatul Hasanah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Pembelajaran Seni Budaya SD. Ia menegaskan bahwa guru SD harus mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai budaya dengan proses pembelajaran di kelas.
”Guru SD harus hadir sebagai penghubung antara tradisi dan generasi. Bukan hanya mengajarkan gerak, tetapi juga menanamkan makna, rasa, dan nilai kehidupan di dalamnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kaprodi PGSD UPI Sumenep, Iwan Kuswandi, menekankan pentingnya kompetensi budaya bagi lulusan PGSD. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pelaku sekaligus pelestari budaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Guru masa depan tidak cukup hanya cakap mengajar, tetapi juga harus berakar pada budaya. Dari sanalah karakter dan jati diri peserta didik akan tumbuh,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan pementasan kolaboratif berdurasi 15 menit yang menampilkan hasil latihan peserta, mulai dari praktik akting hingga pembacaan puisi berbahasa Madura.
Salah satu peserta mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang makna di balik seni budaya lokal.
”Ternyata seni bukan hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang perjalanan, kebersamaan, dan nilai kehidupan yang bisa ditanamkan kepada siswa sejak dini,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, PGSD UPI Kampus Sumenep berharap para calon guru SD mampu menjadi agen pelestarian budaya lokal yang kreatif, inovatif, dan kontekstual dalam dunia pendidikan.
Halaman : 1 2









