Program Mulia Prabowo dan Etika yang Terluka di Panggung Kekuasaan SPPG Guluk-guluk

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 7 Desember 2025 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terro taoah gu’ teggu enah.”

Sebuah kalimat yang dalam konteks pelayanan publik terasa menyakitkan: keras kepala yang dibungkus kepercayaan diri berlebih, seolah kritik adalah angin yang tidak perlu didengar.

Ironi di Balik Nama “Bergizi”

Lebih ironis lagi, dapur yang mengusung nama bergizi justru kabur ketika ditanya soal sertifikasi tenaga ahli, legalitas dapur, dan standar profesional. Penjelasan berputar, defensif, dan terkesan menutup-nutupi.

Seolah legalitas hanyalah formalitas sepele, bukan fondasi keselamatan publik.

Baca Juga :  Pengawas Dinilai Gagal Total, Menu Tak Layak Tetap Dibagikan: Ada Apa dengan SPPG Jambu?

Di sinilah paradoks itu muncul: sebuah program yang dirancang untuk melindungi masa depan anak-anak justru dijalankan dengan sikap yang berpotensi membahayakan mereka.

Prabowo berbicara tentang generasi emas generasi yang tidak boleh lagi berangkat sekolah dengan perut kosong. Tetapi di Guluk-Guluk, yang dipertaruhkan bukan lagi sekadar soal kenyang, melainkan pertanyaan mendasar:

Apakah makanan itu benar-benar aman? Layak? Diawasi oleh tenaga profesional?

Ketika Ego Mengalahkan Tugas Negara

Arogansi di tingkat pelaksana tidak hanya merusak kepercayaan publik, tetapi juga berpotensi mengkhianati visi besar negara.

Baca Juga :  Sertifikat Chef, Ahli Gizi dan Food Handler MBG Guluk-guluk Dipertanyakan, Menu Ikan Selimut Tepung dan Kuah Daun Kelor Tuai Protes

Program sebesar MBG tidak bisa berjalan dengan mentalitas “yang penting jalan dulu”. Gizi bukan sekadar soal isi perut, tetapi standar operasional, kehati-hatian, dan tanggung jawab ilmiah.

Machiavelli pernah menulis:

“Kekuasaan yang tidak dikendalikan oleh kebijaksanaan akan melahirkan kehancurannya sendiri.”

Ketika jabatan membuat seseorang merasa kebal, ketika kewenangan dijadikan tameng dari kritik, maka kekuasaan mulai bekerja melawan tujuannya sendiri.

Berita Terkait

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep
SPPG Bermasalah, Kritik Dibungkam: SPPI Sumenep Dinilai Tak Serius Tangani MBG
Ketika MK Mengingatkan Republik: Polisi, Kekuasaan Sipil, dan Batas-Batas Konstitusi yang Dilanggar
BOBIBOS Guncang Dunia BBM !
Quovadis Ahli Gizi dalam MBG

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:57 WIB

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:04 WIB

SPPG Bermasalah, Kritik Dibungkam: SPPI Sumenep Dinilai Tak Serius Tangani MBG

Minggu, 7 Desember 2025 - 22:11 WIB

Program Mulia Prabowo dan Etika yang Terluka di Panggung Kekuasaan SPPG Guluk-guluk

Minggu, 16 November 2025 - 19:21 WIB

Ketika MK Mengingatkan Republik: Polisi, Kekuasaan Sipil, dan Batas-Batas Konstitusi yang Dilanggar

Minggu, 16 November 2025 - 19:10 WIB

BOBIBOS Guncang Dunia BBM !

Berita Terbaru

Hukum

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Jan 2026 - 14:43 WIB