SPPG Saronggi Dinilai Abaikan Standar, Menu Bermasalah Dipertanyakan: Klaim SOP Berbanding Terbalik dengan Fakta Lapangan

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Klaim pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Saronggi yang disebut berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) kian dipertanyakan. Pasalnya, di lapangan ditemukan berbagai persoalan serius, mulai dari buah nanas dalam kondisi busuk, nugget berbau tidak sedap, hingga menu makanan yang secara langsung ditolak oleh siswa penerima manfaat.

SPPG Saronggi yang berada di bawah naungan Yayasan Alif Batu Putih juga disebut belum mengantongi sertifikat kelayakan secara lengkap, sebagaimana diwajibkan bagi penyelenggara layanan pemenuhan gizi anak sekolah. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah layanan tersebut benar-benar dijalankan sesuai SOP, atau hanya sebatas klaim administratif?

Baca Juga :  BPP Dasuk Kawal Rakor Swasembada Pangan, Bulog Siap Serap Gabah Perdana Petani

Sejumlah wali murid dan pihak sekolah mengeluhkan kualitas menu yang dibagikan kepada siswa. Mereka menilai makanan yang disajikan tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi dan berpotensi membahayakan kesehatan anak.

“Kalau memang sesuai SOP, tidak mungkin buah dalam kondisi busuk masih dibagikan. Nugget berbau itu nyata kami temukan,” ujar salah satu wali murid, Syamsul Arifin, Jumat (23/1/2026).

Penolakan menu oleh siswa juga menjadi indikator kuat bahwa makanan yang disajikan tidak memenuhi standar mutu, kebersihan, dan keamanan pangan. Dalam SOP layanan pemenuhan gizi, kualitas bahan baku, kesegaran makanan, aroma, serta keamanan konsumsi merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Baca Juga :  Menu Kering MBG SPPG Rubaru Disoal: Program Gizi Negara Terancam Jadi Formalitas Administratif

Ironisnya, saat awak media berupaya melakukan konfirmasi langsung, Kepala SPPG Saronggi tidak menggubris dan memilih tidak memberikan keterangan. Sikap tersebut dinilai bertolak belakang dengan pernyataan yang justru disampaikan kepada media lain, yang menyebut bahwa SPPG Saronggi beroperasi sesuai SOP dan telah memberikan layanan optimal kepada penerima manfaat.

Berita Terkait

Somasi Tak Digubris, Pemilik Akun TikTok @Juan Kurniawan Resmi Dilaporkan ke Polres Sumenep
Pasca Disuspend BGN, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kembali Disorot: Menu Minim, Transparansi Dipertanyakan
Sekolah Sudah Banyak Libur, MBG Baru Mau Dibagikan: Koordinasi SPPG Pakamban Laok 2 Dikritik
Diduga Hina Profesi Jurnalis, Akun Tik Tok @Juan Kurniawan Diminta Klarifikasi Terbuka atau Siap Hadapi Proses Hukum
Menu MBG SPPG Darul Arqom Diduga Busuk Lolos Distribusi, Warga Meminta BGN dan Korwil Sumenep Segera Mengambil Tindakan Tegas
Skandal Dugaan Setoran PKBM Garut Mencuat, Dana Diduga Mengalir ke Tipikor
SPPG Pakamban Laok 2 Disuspend BGN, Tokoh Pemuda Desak Audit Total Program MBG
Alarm Bahaya MBG di SPPG Lenteng Barat: Makanan Diduga Busuk Lolos dari Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:32 WIB

Somasi Tak Digubris, Pemilik Akun TikTok @Juan Kurniawan Resmi Dilaporkan ke Polres Sumenep

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:19 WIB

Pasca Disuspend BGN, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kembali Disorot: Menu Minim, Transparansi Dipertanyakan

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:43 WIB

Sekolah Sudah Banyak Libur, MBG Baru Mau Dibagikan: Koordinasi SPPG Pakamban Laok 2 Dikritik

Senin, 9 Maret 2026 - 14:59 WIB

Diduga Hina Profesi Jurnalis, Akun Tik Tok @Juan Kurniawan Diminta Klarifikasi Terbuka atau Siap Hadapi Proses Hukum

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:54 WIB

Menu MBG SPPG Darul Arqom Diduga Busuk Lolos Distribusi, Warga Meminta BGN dan Korwil Sumenep Segera Mengambil Tindakan Tegas

Berita Terbaru