SUMENEP, Jatimkita.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, kembali menuai sorotan tajam publik. Program yang semestinya menjamin kesehatan peserta didik justru diduga menyisakan persoalan serius.
Sejumlah masalah mencuat ke permukaan, mulai dari keluhan kesehatan siswa hingga sikap pengelola SPPG yang dinilai tertutup dan menghindari konfirmasi media.
Sebelumnya, sejumlah wali murid RA Hidayatut Thalibin (RA HT) dilaporkan menolak pendistribusian MBG. Tak hanya itu, beredar pula informasi bahwa beberapa siswa mengalami gangguan kesehatan berupa diare setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Ironisnya, hingga kini pihak pengelola SPPG Pakamban Laok 2 belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan tersebut.
Wartawan Sumenep, Imam Kachonk, menilai pengelola SPPG Pakamban Laok 2 tidak menunjukkan itikad baik dalam menjunjung prinsip transparansi publik.
“Dalam beberapa hari terakhir, isu MBG ini terus bergulir. Ada dugaan siswa mengalami diare dan adanya penolakan dari wali murid. Namun saat media meminta klarifikasi, pihak SPPG justru terkesan menghindar,” ujar Imam, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, kepala SPPG Pakamban Laok 2 sama sekali tidak merespons upaya konfirmasi, meskipun telah dihubungi berulang kali oleh sejumlah wartawan.
Situasi tersebut dinilai semakin mencurigakan ketika isu MBG ramai diberitakan dan menjadi perbincangan luas di media sosial. Alih-alih memberikan klarifikasi terbuka, pihak pengelola justru disebut mendekati wartawan dengan dalih silaturahmi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









