Sebelumnya diberitakan, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh SPPG Pakamban Laok 2 menuai penolakan keras dari seluruh wali murid RA HT.
Bantuan yang seharusnya menunjang pemenuhan gizi anak justru dinilai tidak layak, minim nilai gizi, dan terkesan asal-asalan.
Siti Maysaroh menegaskan, penolakan tersebut merupakan keputusan kolektif wali murid setelah melihat langsung isi paket MBG yang diterima anak-anak.
“Semua wali murid sepakat menolak. Isinya hanya roti, susu kotak rasa cokelat, dan potongan pepaya tiga sampai empat iris. Itu pun datang terlambat. Menu seperti ini jelas tidak mencerminkan program gizi, apalagi untuk anak usia dini,” pungkasnya.
Halaman : 1 2









