SUMENEP, Jatimkita.id – Polemik terkait temuan ulat pada menu sayur dan buah dalam program MBG di SPPG Batuputih memicu perhatian publik. Kepala SPPG Batuputih Yayasan Alif Batuputih, Moh. Fawaid, akhirnya memberikan klarifikasi resmi, sekaligus menegaskan bahwa proses pengadaan bahan pangan sepenuhnya berada di bawah kendali pihak yayasan yang juga berperan sebagai mitra dapur sekaligus supplier.
Dalam keterangannya, Moh. Fawaid menjelaskan bahwa proses penerimaan bahan dilakukan oleh petugas operasional sesuai prosedur yang berlaku. Ia menyebutkan, “Pada hari Selasa tanggal 6, penerimaan bahan dilakukan oleh PLOK penata layanan operasional keuangan SPPG Alif Batuputih dengan bahan yang tersedia pada saat jam 15.00–20.00, perkiraan bahan datang,” jelasnya, Kamis (12/2/2026).
Namun, ia menegaskan bahwa setelah proses awal tersebut, pengelolaan distribusi bahan sepenuhnya diambil alih oleh Yayasan Alif Batuputih. Hal ini menjadi sorotan utama karena yayasan tidak hanya bertindak sebagai pengelola program, tetapi juga sebagai pihak penyedia bahan pangan.
“Selebihnya itu masuknya barang ke SPPG diambil alih yayasan yang sekaligus sebagai supplier di SPPG Alif Batuputih. Kami memeriksa bahan yang datang sudah sesuai dengan keamanan dan kehigienisan barang,” ujar Fawaid.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak SPPG sebenarnya telah berulang kali mengingatkan mitra dapur agar tidak menyuplai bahan yang tidak segar. Menurutnya, risiko terbesar memang berada pada kualitas bahan sejak awal distribusi. “Kami sering kali mengingatkan mitra agar jangan sampai menyuplai bahan yang tidak segar, karena yang paling kami khawatirkan adalah kejadian seperti ini,” tegasnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









