Pertanyaannya kini semakin tajam: berapa kali lagi kesalahan harus terjadi sebelum ada tindakan tegas?.
Jika SPPG yang sudah pernah di suspend masih kembali bermasalah tanpa perbaikan signifikan, maka yang gagal bukan hanya pelaksana di lapangan tetapi juga sistem pengawasan yang membiarkannya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak SPPG Jadung belum memberikan penjelasan resmi terkait perubahan warna nasi maupun langkah evaluasi yang akan dilakukan. Publik kini tidak lagi menunggu klarifikasi melainkan tindakan nyata.
Karena jika pola ini terus dibiarkan, maka Program MBG bukan lagi solusi gizi nasional, melainkan contoh nyata bagaimana kebijakan baik bisa runtuh oleh pelaksanaan yang buruk.









