SUMENEP, Jatimkita.id – Seorang warga Desa Marengan Daya berinisial SA mengeluhkan kualitas menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh SPPG Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep. Dapur MBG tersebut yang berada di bawah naungan Yayasan Bakti Bunda Berkarya itu diduga menyalurkan makanan tidak layak konsumsi kepada penerima manfaat.
Keluhan tersebut mencuat pada Selasa, 26 Januari 2026, setelah wali murid yang menerima menu MBG berupa mie goreng dengan lauk ayam yang berbau tidak sedap dan diduga basi, serta buah salak yang dalam kondisi busuk. Kondisi ini disebut terjadi sejak sepekan terakhir SPPG Marengan Daya mulai beroperasi.
“Bau ayamnya menyengat dan tidak wajar untuk dikonsumsi. Buah salaknya juga busuk. Ini sangat mengkhawatirkan, apalagi program ini menyasar masyarakat yang seharusnya mendapatkan asupan sehat,” ujar SA kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).
SA menilai penyaluran MBG tersebut mencederai tujuan utama program Presiden RI Prabowo Subianto, yakni meningkatkan asupan gizi masyarakat. Ia mendesak pihak pengelola melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan.
“Kalau makanan seperti ini tetap dibagikan, risikonya bukan hanya menurunkan kepercayaan warga, tapi juga membahayakan kesehatan penerima,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Marengan Daya maupun Yayasan Bakti Bunda Berkarya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Warga berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan pengawasan ketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









