Sementara itu, salah seorang petani, Mashura, menyambut positif dibukanya pembelian tembakau oleh Haswal Group. Menurutnya, kehadiran pembeli memberikan alternatif pemasaran bagi petani yang mulai memasuki masa panen.
“Bagi kami petani, dimulainya pembelian seperti ini tentu menjadi kabar yang baik. Ketika panen sudah mulai berlangsung, yang kami pikirkan bukan hanya bagaimana menghasilkan tembakau yang bagus, tetapi juga bagaimana hasil tersebut bisa dipasarkan dengan harga yang sesuai,” katanya.
Mashura berharap proses penilaian kualitas dilakukan secara terbuka sehingga petani dapat memahami standar yang menjadi dasar dalam menentukan harga.
“Kami berharap kualitas tembakau bisa dinilai secara jelas dan harga yang diberikan juga disampaikan secara terbuka kepada petani. Dengan begitu, petani bisa mengetahui standar yang menjadi pertimbangan dalam proses pembelian,” ujarnya.
Menurutnya, pembelian yang berlangsung secara berkelanjutan akan memberikan manfaat lebih besar bagi petani, terutama dalam mengurangi risiko hasil panen terlalu lama tersimpan tanpa kepastian pasar.
“Kalau pembelian bisa terus berjalan selama musim panen, tentu akan sangat membantu petani. Hasil panen tidak terlalu lama tersimpan dan petani memiliki kepastian untuk menyalurkannya,” katanya.
Ia juga berharap harga yang diberikan tetap mampu memberikan keuntungan yang layak bagi petani, mengingat budidaya tembakau membutuhkan biaya, tenaga, dan waktu yang cukup besar.
“Kami berharap harga yang diberikan bisa sebanding dengan kualitas dan biaya yang sudah dikeluarkan petani. Petani tentu ingin mendapatkan hasil yang layak dari kerja keras selama satu musim,” tuturnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










